AdvertorialDPRD Kutim

Penyerapan Anggaran Kutim Hanya 12%, Agusriansyah: Pastikan Tidak Ada Masalah Sebelum Suatu Program Direalisasikan

Bujurnews, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan penyerapan anggaran sebanyak 15% persen. Namun realitanya hanya mencapai 12% persen. Hal ini menjadi sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Agusriansyah Ridwan.

Agusriansyah mengatakan bahwa dalam sistem pelaksanaan realisasi pembangunan, terdapat pengawasan yang dilakukan oleh berbagai pihak, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, keterlambatan realisasi anggaran pasti memiliki faktor yang mendasarinya. Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada masalah sebelum suatu program direalisasikan.

Lebih lanjut, Agusriansyah menjelaskan bahwa pihaknya dari DPRD sudah beberapa kali memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait persoalan ini. Ia menegaskan bahwa dukungan juga diperlukan agar pembangunan dapat terealisasi dengan cepat.

“Tetapi harus juga diberikan support agar pembangunan bisa cepat terealisasikan,” ujarnya.

Agusriansyah mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan ada dua Peraturan Daerah (Perda) yang diparipurnakan, yaitu Perda terkait perubahan regulasi tentang Pengarusutamaan Gender (PUG), persamaan gender, dan HIV/AIDS, serta Perda tentang perumahan sarana prasarana utilitas.

“Ada dua yang akan diajukan terkait masalah ada perubahan terhadap regulasi sebelumnya yang perlu diperbaiki. Terus yang kemarin tinggal mengisahkan Pengarusutamaan Gender (PUG), persamaan gender dan HIV/AIDS sebentar lagi finalisasi dan sebentar lagi diparipurnakan,” ungkapnya.

Agusriansyah merasa bangga dengan kinerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Kutim di bawah kepemimpinannya. Ia mengatakan bahwa Baperda telah menyelesaikan banyak Ranperda dalam waktu yang singkat.

“Saya rasa dimasa-masa saya ketua Baperda alhamdulillah secara persentase setiap pertahun Ranperda alhamdulillah itu banyak dibandingkan sebelumnya. Karena kita memang mempush teman-teman supaya bisa menyelesaikan minimal itu tiga bulan,” pungkasnya.(adv/adl/ja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button