AdvertorialKaltim

Disperindagkop dan UKM Kaltim Jamin Stok Minyak Goreng Aman Satu Setengah Bulan

Bujurnews –  Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor menegaskan bahwa stok minyak goreng di Benua Etam masih cukup aman hingga satu setengah bulan ke depan.  Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak berlebihan membeli minyak goreng, termasuk jelang Ramadan, karena stok masih cukup aman.

“Kami sudah menghitung stok.  Minyak goreng kita cukup aman hingga 53 hari ke depan,” kata Roby sapaan akrabnya, Kamis (3/3/2022).

Mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim itu menjelaskan stok minyak goreng yang masuk ke Kaltim dalam kurun 14-24 Februari 2022 secara keseluruhan berjumlah 1.674.681 liter atau 1.507,21 ton.

Minyak goreng itu berada di distributor, toko swalayan pasar tradisional dan pedagang. 

Sebanyak 421.823 liter berada di Balikpapan dengan 6  produsen, 10 distributor, 3 sub distributor, 41 pengecer.

Minyak di Balikpapan ini juga memasok kebutuhan minyak goreng di Penajam Paser Utara dan Paser.

Berikutnya Berau 91.228 liter dengan 2 produsen dan 4 distributor. Bontang 2.844 liter dengan 1 produsen dan 1 distributor. 

Kutai Kartanegara 52.071 liter dengan 1 produsen, 1 distributor dan 48 sub distributor. 

Kutai  Timur 6.593 liter dengan 1 produsen, 1 distributor    dan 6 sub distributor. Penajam Paser Utara 760 liter dengan 1 produsen, 1 distributor dan 1 sub distributor.

Terbesar berada di Samarinda yakni 1.099.362 liter dengan 11 produsen, 21 distributor, 10 sub distributor dan 46 pengecer.

Samarinda juga menjadi penyuplai kebutuhan minyak goreng di Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Bontang dan Kutai Timur.

Rata-rata pasokan minyak goreng masuk ke Kaltim pada 14-24 Februari 2022 adalah 118.762 liter atau 106,8 ton per hari. Sedangkan kebutuhan harian minyak goreng Kaltim sebesar 15,06 ton per hari. 

“Itu artinya, pasokan minyak goreng yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim. Jadi sekali lagi, masyarakat tidak perlu panik dengan membeli minyak goreng secara berlebihan,” pesan Roby.

“Masyarakat harus tetap tenang, karena stok aman. Jangan sampai panik, karena itu justru akan menjadi santapan oknum yang hanya mencari-cari kesempatan dalam kesempitan,” tegas Roby lagi.

Menurutnya, para penimbun akan rugi sendiri, sebab selain akan ditindak, stok minyak goreng yang baru juga akan terus masuk ke Kaltim. 

Penting juga untuk diketahui masyarakat bahwa ketahanan stok minyak goreng di semua daerah di Kaltim masih cukup aman.

Di Balikpapan realisasi diterima sebanyak 421.823 liter (379,64 ton). Jumlah penduduk 664.201 jiwa dengan kebutuhan minyak goreng 79,70 ton per bulan. Ketahanan stok 4,76 bulan atau 143 hari.

Berau realisasi diterima 91.228 liter (82,11 ton). Jumlah penduduk 238.214 jiwa dengan kebutuhan 28,59 ton per bulan. Ketahanan stok 2,87 bulan atau 86 hari.

Bontang realisasi diterima 2.844 liter (2,56 ton).  Jumlah penduduk 181.183 jiwa dengan kebutuhan 21,74 ton per bulan. Ketahanan stok 0,12 bulan atau hanya 4 hari.

Kutai Kartanegara realisasi diterima 52.071 liter (46,86 ton). Jumlah penduduk 803.902 jiwa dengan kebutuhan 96,35 ton per bulan. Ketahanan stok 0,49 bulan atau 15 hari.

Kutai Timur realisasi diterima 6.593 liter  (5,93 ton). Jumlah penduduk 390.991 jiwa  dan tingkat kebutuhan 46,92 ton per bulan. Ketahanan stok 0,13 bulan atau 4 hari.

Penajam Paser Utara realisasi diterima 760 liter (0,68 ton). Jumlah penduduk 162.518 jiwa dengan kebutuhan 19,50 ton  per bulan. Ketahanan stok  0,04 bulan atau 1 hari. (*)

Editor: Raymond

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button