Anggur Shine Muscat di Thailand Terkontaminasi Pestisida Berbahaya, Organisasi Konsumen Desak Tindakan Cepat

Bujurnews – Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) melaporkan hasil mengejutkan terkait uji laboratorium terhadap anggur Shine Muscat yang beredar di Thailand. Dari 24 sampel yang diuji, 23 di antaranya ditemukan mengandung residu pestisida berbahaya. Penelitian ini dilakukan oleh Thai-PAN bekerja sama dengan Dewan Konsumen Thailand (TCC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand.
Hasil uji menunjukkan bahwa sebagian besar sampel anggur yang diambil dari berbagai toko daring dan supermarket di Thailand mengandung pestisida di atas batas aman yang diizinkan. Dari 23 sampel terkontaminasi, salah satu sampel bahkan mengandung klorpirifos, yaitu insektisida yang sudah dilarang di Thailand. Selain klorpirifos, ditemukan pula 14 jenis pestisida lainnya yang residunya melampaui ambang batas aman dan bahkan belum sepenuhnya terdaftar dalam regulasi keamanan pangan Thailand.
Thai-PAN dan TCC kini mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta agar anggur yang diimpor diberi label negara asal untuk mempermudah konsumen dalam mengetahui asal buah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kualitas dan keamanan produk yang beredar di pasaran.
Paparan pestisida dalam makanan memiliki risiko kesehatan yang cukup serius, termasuk kemungkinan memicu kanker, penyakit ginjal, serta gangguan sistem pernapasan. Anak-anak dianggap sangat rentan terhadap dampak ini karena organ tubuh mereka yang masih dalam tahap perkembangan. Selain itu, bagi wanita hamil, paparan pestisida berbahaya dapat meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan. Gejala umum lainnya dari paparan pestisida termasuk mual, diare, dan sakit kepala.
Laporan ini menyoroti pentingnya regulasi ketat terhadap residu pestisida pada produk makanan impor, khususnya buah-buahan yang kerap dikonsumsi masyarakat. TCC juga menyarankan konsumen untuk mencuci buah-buahan dengan baik sebelum mengonsumsinya, sebagai tindakan pencegahan tambahan. (ape)