Disnakertrans Kutim Tingkatkan Progaram BLK dan Kemitraan dengan Perusahaan untuk Serap Tenaga Kerja

Bujurnews, Kutai Timur – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui berbagai program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, mengatakan sejak 2024, banyak kemajuan telah dicapai dalam pengembangan SDM, terutama dalam bidang keterampilan.
“Pelatihan di BLK mencakup berbagai bidang, mulai dari operator alat berat, welder, elektrik, mekanik, hingga tata boga dan barista. Ke depan, program ini akan diperkuat dengan menggandeng perusahaan agar tenaga kerja yang sudah dilatih memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia industri,” ujar Roma, saat ditemui di Ruang kerjanya, Jumat (7/3/2025).
Salah satu langkah yang akan diterapkan pada 2025 adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di lingkungan transmigrasi.
Roma juga mengatakan, perusahaan memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja dan membeli produk-produk hasil pelatihan.
“Dalam visi-misi Bupati, targetnya adalah menciptakan 50.000 tenaga kerja dalam lima tahun. Itu bukan angka yang mustahil jika kita bisa mengembangkan berbagai sektor, tidak hanya pertambangan, tetapi juga jasa dan wirausaha,” ucapnya.
Roma menekankan bahwa pelatihan di BLK bukan sekadar melatih peserta lalu membiarkan mereka mencari pekerjaan sendiri. Pihaknya akan memastikan mereka mendapatkan pendampingan hingga bisa bekerja atau berwirausaha.
“Untuk 2025, selain pelatihan, kita juga akan memberikan peralatan bagi peserta agar mereka bisa langsung memulai usaha. Jika anggaran dari pemerintah terbatas, kami akan bersinergi dengan perusahaan agar mereka juga turut serta dalam pembinaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Disnakertrans Kutim juga telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan besar. Tahun lalu, program magang telah dilakukan di PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan tahun ini sedang berjalan di PT Ganda Alam Makmur (GAM).
“Kami sudah memiliki kerja sama dengan PT GAM dan sedang dalam proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Setelah peserta dilatih, kami juga mencarikan tempat magang agar mereka bisa langsung mendapatkan pengalaman kerja di industri,” jelasnya.
Selain itu, Disnakertrans terus mendorong penerapan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, seperti Perda Nomor 1 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 6 Tahun 2024. Regulasi ini menegaskan bahwa perusahaan wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal, terutama untuk posisi operator yang SDM-nya sudah tersedia di Kutim.
“Untuk skill tertentu yang belum tersedia SDM-nya di Kutim, kami bisa memahami jika perusahaan merekrut tenaga kerja dari luar. Namun, untuk operator, kami sudah memiliki banyak tenaga kerja yang siap, jadi harus lebih diutamakan,” tegasnya.
Pada awal 2025, Disnakertrans juga telah membuka rekrutmen tenaga kerja di BLK untuk memenuhi permintaan operator yang cukup tinggi dari perusahaan-perusahaan di Kutim.
Roma juga mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan BLK adalah keterbatasan anggaran dan fasilitas.
“BLK itu kami jujur aja kurang anggarannya, kurang juga tempatnya untuk menanggung penyediaan alat berat, alat berat itu kan terdiri dari beberapa ada ekskavator, HD dan lainnya. Nah, ini kita permintaan dari perusahaan cukup tinggi tapi untuk BLK sendiri kan kami satu kegiatan 16 orang,” ujarnya.
Meski demikian, Roma menegaskan bahwa melalui sinergi dengan berbagai pihak, tantangan tersebut dapat diatasi. Ia juga menyampaikan, peningkatan kesejahteraan tenaga kerja di Kutim adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh stakeholder yang ada.
“Saya bukan sekadar pejabat, tetapi pelayan masyarakat. Tugas saya adalah memastikan tenaga kerja kita mendapatkan hak dan kesempatan yang layak,” pungkasnya.(adl/ja)