
Bujurnews.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero), resmi mengangkat pendiri Lingkaran Survei Indonesia, Denny Januar Ali (Denny JA), sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Pengangkatan ini diumumkan melalui laman resmi PHE dan dikonfirmasi pada Kamis (10/7/2025).
Selain Denny JA, jajaran komisaris PHE juga diperkuat oleh nama-nama lain dari latar belakang akademik dan politik, yakni Stella Christi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, serta Muhammad Qodari, pengamat politik dan pendiri lembaga survei Indo Barometer. Keduanya turut ditunjuk sebagai komisaris perusahaan.
Perubahan susunan direksi dan komisaris ini merupakan hasil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Selasa (8/7/2025). Dalam keterangannya kepada media, Corporate Secretary PHE, Hermansyah Nasroen, menjelaskan bahwa penunjukan jajaran baru merupakan bagian dari kewenangan penuh pemegang saham.
“Penetapan ini sepenuhnya merupakan kewenangan pemegang saham. PHE sebagai bagian dari Subholding Upstream mendukung penuh keputusan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hermansyah menyampaikan harapan agar kehadiran jajaran komisaris yang baru dapat memberikan angin segar bagi transformasi perusahaan, khususnya dalam memperkuat profesionalisme dan menjaga ketahanan energi nasional.
Pengangkatan tokoh-tokoh publik, terutama dari kalangan survei politik dan akademisi, menimbulkan sorotan dan perbincangan di kalangan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan hubungan antara latar belakang para komisaris baru dengan industri hulu migas. Meski demikian, pihak Pertamina menekankan bahwa semua keputusan telah melalui mekanisme dan pertimbangan yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan strategis perusahaan.
Dengan struktur kepemimpinan baru ini, PHE diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan sektor energi di tengah transisi global menuju energi bersih, serta meningkatkan kinerja sebagai ujung tombak hulu migas Pertamina di masa depan. (*)