Kebakaran Berulang di Batu Ampar, Pemkab Kutim Segera Kaji Penataan Ulang Permukiman
Bujurnews, Sangatta – Musibah kebakaran kembali melanda Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Peristiwa yang terjadi pada Kamis (26/3/2026) itu menghanguskan sedikitnya 85 rumah warga di Desa Batu Timbau.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 117 kepala keluarga (KK) terdampak dan kehilangan tempat tinggal.Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa penanganan darurat bagi korban saat ini difokuskan pada penyediaan tempat tinggal sementara.
“Untuk sementara, warga yang terdampak mengungsi ke rumah keluarga. Selain itu, pihak kecamatan bersama relawan juga telah mendirikan tenda-tenda darurat,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan langkah lanjutan dengan memanfaatkan dana tidak terduga (DTT) guna membantu kebutuhan para korban. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut dilibatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Sudah saya perintahkan Asisten II untuk menindaklanjuti formulasi penanganan yang telah dibahas, termasuk penggunaan dana DTT dan pelibatan Baznas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menyoroti bahwa kebakaran di Kecamatan Batu Ampar bukanlah yang pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran besar tercatat telah terjadi hingga tiga kali.Ia menilai kondisi permukiman yang padat dengan akses jalan sempit menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak kebakaran.
Untuk itu, pemerintah daerah berencana melakukan penataan ulang kawasan permukiman di Desa Batu Timbau. Bupati telah menginstruksikan camat setempat untuk segera mengajukan surat kepada pemerintah kabupaten guna dilakukan kajian teknis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan dinas terkait.
“Kita akan lakukan kajian penataan permukiman karena kejadian ini sudah berulang dan masuk kategori luar biasa,” tegasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan dana tidak terduga saat ini diprioritaskan untuk penanganan korban, termasuk kemungkinan pembangunan kembali rumah warga terdampak.
Bupati menargetkan rencana penanganan tersebut dapat dirampungkan dalam waktu satu pekan untuk segera disampaikan ke pemerintah pusat.
“Targetnya satu pekan ini rencananya sudah selesai,” tutupnya. (Ma/)




