
Bujurnews.com – Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan serta perbaikan pondok pesantren (ponpes) di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Jakarta, Minggu (12/10) malam.
Menurut Prasetyo, wacana tersebut muncul sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan para santri, menyusul insiden ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
“Pascakejadian kemarin, kemudian muncul beberapa pemikiran, salah satunya adalah mungkinkah pembangunan-pembangunan pondok pesantren itu bersumber dari pembiayaan APBN,” ujar Prasetyo seperti dikutip dari Antara, Senin (13/10).
Ia menjelaskan, pemerintah kini sedang mempelajari berbagai aspek sebelum mengambil keputusan, termasuk jumlah dan kondisi pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, serta kemungkinan pembangunan pesantren baru di masa mendatang.
Prasetyo menegaskan bahwa perhatian utama Presiden Prabowo adalah keselamatan dan keamanan para santri di seluruh daerah. Karena itu, Presiden menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk turun langsung ke lapangan guna memeriksa kondisi fisik bangunan pesantren.
“Kementerian PU diminta untuk melakukan cek lapangan ke setiap pondok pesantren untuk memastikan bahwa pembangunan-pembangunan fisik itu betul-betul terjamin keamanannya,” tambahnya.
Rencana ini diharapkan dapat memastikan fasilitas pendidikan keagamaan di Indonesia lebih layak dan aman, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang telah berkontribusi besar dalam mencetak generasi muda berkarakter.




