KotaKutim

Meski di Bahu Jalan, Pasar Ramadan Sangatta Utara Tetap Berjalan Demi UMKM

Bujurnews, Sangatta – Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, Pasar Ramadan di depan Kantor Camat Sangatta Utara kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat setiap sore. Kegiatan ini merupakan inisiatif pihak kecamatan yang pada tahun ini menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim sebagai panitia pelaksana.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menjelaskan bahwa kecamatan berperan sebagai fasilitator, sementara teknis pelaksanaan ditangani oleh panitia atau KNPI.

“Ini sudah berjalan tiga tahun. Tahun ini kami bekerja sama dengan KNPI sebagai panitia pelaksana. Kecamatan memfasilitasi saja,” ujarnya.

Karena berlokasi di bahu jalan, pihak kecamatan turut berkoordinasi dengan Satlantas, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan guna mengantisipasi kemacetan. Pengaturan lalu lintas dilakukan setiap hari selama jam operasional pasar, yakni pukul 15.00 hingga 19.00 Wita.

Hasdiah mengakui, pada hari biasa pedagang tidak diperkenankan berjualan di atas trotoar. Namun kebijakan tersebut dilonggarkan khusus selama Ramadan sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM.

“Momentum Ramadan ini hanya setahun sekali. Kami ingin memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk mereka ke masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, lokasi pasar sempat dipindahkan ke dalam area kantor camat. Namun, jumlah pengunjung dinilai menurun sehingga atas masukan masyarakat, lokasi kembali ditempatkan di bahu jalan depan kantor camat setelah melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Pernah dicoba di dalam, tetapi pengunjungnya kurang. Setelah kami komunikasikan kembali, akhirnya mendapat dukungan untuk tetap di depan,” tambahnya.

Pasar Ramadan ini terbuka bagi seluruh pelaku UMKM di Sangatta Utara yang telah mendaftar. Untuk kebutuhan seperti tenda, listrik, dan air, panitia bertanggung jawab mengaturnya. Tenda yang digunakan dipinjam dari pemerintah kabupaten sehingga biaya operasional relatif lebih ringan dibandingkan sewa tempat komersial.

Meski demikian, penggunaan bahu jalan tetap menjadi tantangan. Beberapa warga sempat mempertanyakan kebijakan tersebut, mengingat sebelumnya telah dipasang plang larangan berjualan di trotoar.

“Kami memahami ada protes. Tapi ini kegiatan tahunan yang terkoordinasi. Daripada pedagang berjualan tidak teratur di depan toko-toko dan justru memicu kemacetan, lebih baik difasilitasi dan diatur bersama,” ungkap Hasdiah.

Ia berharap Pasar Ramadan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal serta memperkuat eksistensi UMKM di Sangatta Utara.

“Semoga kegiatan ini membantu pelaku usaha kecil berkembang dan perputaran ekonomi di wilayah kami semakin meningkat,” pungkasnya. (ma/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button