KotaKutim

Puasa Latih Mental dan Spiritualitas, Pengusaha Soroti Pentingnya Etika dalam Ekonomi Kutai Timur

Bujurnews, Kutai Timur – Ketua II Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat, Abdul Haris, menyebut ibadah puasa tidak hanya menjadi kewajiban bagi umat Islam, tetapi juga sarana melatih mental dan meningkatkan spiritualitas seseorang.

Menurutnya, puasa mengajarkan setiap individu untuk menahan diri dari berbagai keinginan duniawi sehingga mampu memperkuat hubungan dengan Tuhan serta meningkatkan kesadaran diri.

“Puasa melatih kita mengendalikan diri dari berbagai keinginan duniawi. Dari situ kita belajar kesabaran, introspeksi diri, serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan,” ujar Abdul Haris.

Ia menjelaskan, puasa memiliki berbagai manfaat bagi mental dan spiritual, di antaranya meningkatkan kesabaran dan ketabahan, menumbuhkan kesadaran diri serta introspeksi, memperkuat hubungan dengan Tuhan, hingga meningkatkan empati dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Selain aspek spiritual, Abdul Haris juga menyinggung pentingnya nilai-nilai puasa diterapkan dalam kehidupan sosial dan ekonomi, khususnya dalam pembangunan ekonomi di Kutai Timur.

Menurutnya, pengendalian diri, kejujuran, dan kepedulian sosial yang diajarkan dalam puasa seharusnya menjadi landasan moral bagi para pelaku usaha maupun pemangku kebijakan dalam mengelola potensi ekonomi daerah.

“Kutai Timur memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, hingga pertanian. Namun, semua itu harus dikelola dengan etika, kejujuran, dan kepedulian sosial agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Ia menilai momentum Ramadan juga dapat menjadi refleksi bagi para pelaku usaha untuk tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Abdul Haris juga mengingatkan bahwa kewajiban puasa telah dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 hingga 187 yang memuat perintah, keutamaan, serta sejumlah aturan terkait puasa Ramadan.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa puasa diwajibkan bagi orang-orang yang beriman sebagaimana tercantum dalam Al-Baqarah ayat 183. Selain itu, puasa Ramadan juga merupakan kewajiban yang telah ditetapkan bagi umat Islam.

Namun, terdapat keringanan bagi mereka yang sedang sakit atau dalam perjalanan untuk tidak berpuasa dan dapat menggantinya di hari lain sebagaimana disebutkan dalam ayat 184 hingga 185.

Ia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat nilai kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun ekonomi daerah yang lebih berkeadilan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button