Bujurnews, Kutim – Sangatta Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Komisi B, Faizal Rachman menyoroti persoalan belum terserapnya hasil panen petani di Kecamatan Kaubun. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan petani di tengah masa panen raya.
Dalam keterangannya, Faisal menjelaskan bahwa saat melakukan kunjungan lapangan ke Kaubun, ia mendapati petani tengah memasuki puncak panen. Namun, gabah kering hasil panen justru menumpuk karena belum terserap oleh pasar.
“Hasil survei kami di beberapa penggilingan padi menunjukkan sekitar 400 ton gabah kering menumpuk di tiga lokasi, dan hingga kini belum ada pembeli,” ungkapnya, pada Senin (30/3/2026).
Ia memperkirakan total gabah yang belum terserap di wilayah tersebut mendekati 800 ton. Kondisi ini membuat petani terpaksa menunggu tanpa kepastian distribusi hasil panen mereka.
Faisal menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Kutim agar kembali menguatkan kebijakan yang sebelumnya telah disampaikan oleh bupati, khususnya terkait keterlibatan lembaga keuangan daerah.
Menurutnya, penerbitan kembali surat edaran kepada pimpinan Lembaga Pengelola Dana (LPD) untuk menyerap hasil pertanian masyarakat dapat menjadi solusi jangka pendek.
“Perlu ada penegasan kembali agar hasil panen petani, khususnya di Kaubun, bisa segera terserap,” tegasnya.
Ia menambahkan, intervensi tersebut penting tidak hanya untuk menghindari kerugian petani, tetapi juga menjaga stabilitas harga gabah di tingkat lokal serta mendukung kesejahteraan masyarakat pertanian di Kutai Timur. (Ma/ja)




