Bujurnews, Samarinda – Dinas Perhubungan Samarinda menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan mobilitas kendaraan berbahan bakar fosil di Kota Samarinda. Salah satu langkah yang dirancang adalah memperluas konsep Car Free Day (CFD) dengan menghadirkan program baru bertajuk Car Free Night.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri terkait efisiensi energi. Pembahasan telah dilakukan melalui rapat lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga unsur kepolisian.
“Efisiensi energi salah satunya bagaimana mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat bisa dikurangi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Sebagai langkah konkret, Pemkot Samarinda merancang penambahan ruas jalan serta hari pelaksanaan CFD. Salah satu lokasi utama adalah Jalan Kusuma Bangsa yang selama ini menjadi titik CFD setiap Minggu pagi.
Ke depan, kawasan tersebut akan diperluas dengan kegiatan malam melalui konsep Car Free Night yang dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu malam. Program ini akan melibatkan pelaku UMKM serta aktivitas masyarakat.
“Konsep ini juga akan kita laksanakan di Car Free Night yang direncanakan setiap Sabtu,” jelasnya.
Pelaksanaan perdana direncanakan pada Sabtu, 18 April 2026, mulai pukul 19.30 hingga 23.00 Wita, sambil menunggu persetujuan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Menurut Manalu, program ini tidak hanya bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Selain mengurangi konsumsi energi, kita juga membangkitkan kegiatan ekonomi dengan melibatkan UMKM, sekaligus memberi ruang interaksi masyarakat di malam hari,” tambahnya.
Dishub juga menyiapkan skema pengaturan parkir guna mendukung kelancaran kegiatan. Pengunjung diarahkan untuk melakukan drop off di sekitar Jalan Kusuma Bangsa, sementara kendaraan dapat diparkir di pusat perbelanjaan terdekat.
Selain itu, masyarakat didorong menggunakan moda transportasi ramah lingkungan, seperti sepeda, saat menghadiri kegiatan tersebut.
Tak hanya di satu lokasi, Dishub Samarinda juga mengusulkan perluasan CFD ke sejumlah titik lain, seperti Jalan Anggi dan kawasan Citra Niaga. Di kawasan Citra Niaga, CFD direncanakan berlangsung pada pagi hari pukul 06.00 hingga 10.00 Wita dengan melibatkan pelaku usaha setempat.
Untuk mendukung pelaksanaan, pengaturan parkir juga akan diberlakukan di sekitar kawasan tersebut, termasuk di Gedung Plaza 21 dan sejumlah titik akses lainnya.
Melalui berbagai skema ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap dapat berkontribusi dalam menekan konsumsi energi, khususnya BBM bersubsidi, yang selama ini banyak digunakan oleh kendaraan pribadi.
“Ini cara kita berkontribusi dalam efisiensi energi sesuai arahan pemerintah pusat, dengan mengurangi mobilitas kendaraan pribadi yang menjadi pengguna terbesar BBM bersubsidi,” pungkasnya.
Editor: Yulia/berbagai Sumber




