KaltimKotaKutim

Cabai dan Telur Mulai Bergejolak, Kutim Siapkan Jurus Redam Inflasi

Foto: Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Kabupaten Noviari Noor.

Bujurnews, Sangatta – Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan pergerakan. Cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam menjadi komoditas yang masih berfluktuasi dan ikut memberikan tekanan terhadap Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Momentum tersebut biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga apabila pasokan tidak dijaga.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kutim pun menyiapkan sejumlah langkah untuk meredam potensi gejolak harga. Mulai operasi pasar murah, pemantauan harga, inspeksi pasar hingga mendorong masyarakat menanam bahan pangan secara mandiri di tingkat rumah tangga.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Kabupaten Noviari Noor. mengatakan, secara umum kondisi inflasi Kutim masih tergolong stabil. Pergerakan inflasi dari minggu ke minggu maupun bulan ke bulan masih berada pada kondisi yang terkendali.

Namun, pemerintah tetap mewaspadai komoditas tertentu yang pergerakan harganya masih dinamis.

“Inflasi kita sebenarnya stabil dari minggu ke minggu maupun bulan ke bulan, masih berada di papan tengah. Cuma indeks perkembangan harga yang berfluktuasi. Cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam yang berkontribusi meningkatkan inflasi, tapi sedikit demi sedikit sudah mulai stabil,” terang Noviari.

Untuk mengantisipasi gejolak tersebut, TPID Kutim telah menjalankan sembilan intervensi rutin. Salah satunya melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional.

“Sembilan intervensi rutin dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah sudah dilakukan. Beberapa yang kita siapkan antara lain operasi pasar murah dan gerakan menanam bahan pokok seperti cabai, palawija, sayuran, serta ternak skala kecil rumahan,” lanjutnya.

Gerakan menanam menjadi salah satu strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Masyarakat didorong memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam komoditas yang mudah dibudidayakan, terutama cabai dan sayuran.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Sementara itu, menjelang Nataru, pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok akan diperketat. Pemkab Kutim memastikan sejumlah komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging dan gas LPG 3 kilogram menjadi perhatian.

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga ikut dipantau untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode libur Nataru.

“Rapat koordinasi rutin kita laksanakan, apalagi menjelang hari besar keagamaan pasti ada sidak pasar. Menghadapi Nataru dalam waktu dekat, kita kumpulkan OPD terkait untuk menjaga dari kelangkaan barang pokok penting seperti beras, gula, minyak, telur, hingga daging,” tegas Novian.

Pemkab Kutim berharap berbagai langkah tersebut mampu menjaga pasokan sekaligus menahan tekanan harga hingga akhir tahun. Operasi pasar disiapkan sebagai langkah intervensi ketika terjadi gejolak, sementara gerakan menanam diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

Dengan strategi tersebut, pemerintah ingin memastikan perayaan Nataru berjalan tanpa dibayangi kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok yang dapat membebani masyarakat. (RR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button