
Foto: Manager External Relations KPC Nanang Supriyadi berfoto bersama sebelum dalam pembukaan kompetisi yang digelar FORMIKA Kutim. (Istimewa)
Bujurnews, Sangatta – Puluhan gagasan inovatif anak muda Kalimantan Timur (Kaltim) diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Sebanyak 38 inovasi lahir dalam kompetisi yang digelar Forum Multi Pihak Pembangunan Berkelanjutan (FORMIKA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Ajang ini mendapat dukungan penuh PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai sponsor utama.
Kompetisi bertema Kutim Hebat 2045: Transformasi Ekonomi Menuju Ekonomi Berkelanjutan tersebut berlangsung pada awal September 2026. Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Kaltim, di antaranya Sangatta, Balikpapan, hingga Tenggarong.
Dari 38 inovasi yang diperlombakan, enam karya terbaik berhasil terpilih sebagai pemenang. Penghargaan diberikan kepada tiga peserta terbaik kategori pelajar dan tiga peserta terbaik kategori mahasiswa dalam acara Awarding Lomba Kompetisi Inovasi FORMIKA di Hotel Royal Victoria, Kamis (29/10/2026).
Dukungan KPC terhadap kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong penerapan prinsip keberlanjutan. Terlebih, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk melahirkan gagasan-gagasan segar yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Manager External Relations KPC Nanang Supriyadi, yang juga menjadi salah satu juri kompetisi, mengatakan ajang tersebut merupakan ruang untuk menggali potensi dan kreativitas anak muda Kaltim.
Menurutnya, keberlanjutan bukan sekadar wacana, tetapi menjadi salah satu aspek penting yang turut diperhatikan dalam aktivitas pertambangan. Karena itu, KPC berupaya mendukung berbagai inisiatif yang mendorong lahirnya pemikiran berorientasi masa depan.
“Jika berbicara tentang keberlanjutan, kami di tambang juga memikirkan hal tersebut. Di antara banyak hal yang kami lakukan untuk berpikir mengenai keberlanjutan, salah satunya mendukung lomba inovasi dari FORMIKA,” ujar Nanang dalam sambutannya.
Dia berharap dukungan terhadap kompetisi tersebut dapat memantik lebih banyak pemikiran progresif dari generasi muda Kaltim. Gagasan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi mampu memberikan manfaat nyata dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun sosial.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pelaksana Kompetisi Inovasi FORMIKA, Dadang Lesmana, S.E., M.M. Dia mengaku bangga melihat kualitas dan potensi inovasi yang dihasilkan para peserta.
Menurut Dadang, sejumlah gagasan yang masuk telah dirancang secara matang dan memiliki peluang untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Diharapkan inovasi-inovasi ini jangan sampai berhenti di sini. Semua gagasan yang ada di sini, saya bisa katakan bagus semua dan bisa diterapkan,” ungkap Dadang.
Kompetisi ini sekaligus menjadi gambaran besarnya potensi generasi muda Kaltim dalam mengambil peran pada pembangunan daerah. Kreativitas dan inovasi mereka diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Nanang pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor usaha.
“Kami harap ajang-ajang seperti ini bisa terus dilanjutkan. Karena hal ini menjadi percontohan baik, di mana semua elemen, dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor usaha, berpikir bagaimana kita dapat menikmati hidup ini secara berkelanjutan bersama-sama,” pungkasnya. (rls)




