KaltimKutim

IKAPAKARTI Kutim Cari Pemimpin Baru, Penjaringan Ketua Dibuka Desember

Foto: Sekretaris Panitia Musda V DPD IKAPAKARTI Kutim, Khoirul Arifin. (Istimewa)

Bujurnews, Sangatta – Tongkat estafet kepemimpinan Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (IKAPAKARTI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) segera berganti. Panitia Musyawarah Daerah (Musda) V mulai membuka tahapan penjaringan bakal calon Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) IKAPAKARTI untuk periode 2026–2031.

Penjaringan dijadwalkan berlangsung pada 1–7 Desember 2026. Kesempatan ini terbuka bagi tokoh masyarakat, sesepuh, tokoh paguyuban, maupun figur masyarakat Jawa yang memiliki kepedulian dan komitmen untuk membesarkan organisasi.

Proses penjaringan dipusatkan di Sekretariat Ketua Panitia, rumah Warindo, Jalan APT Pranoto RT 38 Nomor 55, Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Sementara itu, Musda V IKAPAKARTI Kutim dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 Desember 2026. Gedung Serba Guna (GSG) Kutim diusulkan menjadi lokasi pelaksanaan, dengan tetap menyesuaikan hasil perizinan dan keputusan panitia.

Sekretaris Panitia Musda V DPD IKAPAKARTI Kutim, Khoirul Arifin, mengatakan penjaringan tersebut menjadi tahapan penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk lima tahun mendatang.

Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda pergantian pengurus, melainkan momentum memperkuat konsolidasi dan menyatukan seluruh paguyuban keluarga Tanah Jawi yang ada di Kutim.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi para tokoh, sesepuh, dan figur masyarakat Jawa yang memiliki niat, kepedulian, serta komitmen untuk membesarkan IKAPAKARTI. Harapan kami, melalui Musda V ini akan lahir kepemimpinan baru yang mampu merangkul seluruh paguyuban dan memperkuat persaudaraan,” ujar Khoirul, Jum’at (6/11/2026).

Dia menegaskan, IKAPAKARTI merupakan rumah besar seluruh paguyuban keluarga Tanah Jawi di Kutim, bukan milik kelompok atau golongan tertentu. Karena itu, proses penjaringan hingga pemilihan diharapkan berjalan terbuka, demokratis, dan mengedepankan semangat kekeluargaan sesuai AD/ART organisasi.

Khoirul juga mengingatkan agar perbedaan pandangan maupun pilihan selama proses Musda tidak menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, seluruh elemen organisasi diharapkan tetap menjaga persatuan demi keberlangsungan organisasi.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai ketua harus mampu merangkul semua paguyuban dan menjadikan IKAPAKARTI sebagai wadah pemersatu,” tegasnya.

Selain penjaringan calon ketua, panitia juga menjadwalkan penyebaran undangan pada 20 November hingga 11 Desember 2026. Undangan tersebut ditujukan kepada Bupati Kutai Timur, Ketua DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), paguyuban dan kelompok seni budaya Jawa yang tercatat di Kesbangpol, serta Koordinator Wilayah dan Dewan Pengurus Cabang IKAPAKARTI.

Lebih jauh, Musda V diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat peran IKAPAKARTI dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Jawa di tengah keberagaman masyarakat Kutim.

Khoirul mengajak seluruh keluarga besar masyarakat Tanah Jawi untuk ikut menyukseskan agenda tersebut dengan semangat gotong royong dan persaudaraan.

“Salam guyub rukun, sambung roso, paseduluran selawase. Mari bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan membesarkan IKAPAKARTI demi kemajuan Kutai Timur,” pungkas Khoirul. (rls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button