KotaKutim

Ketua DPRD Kutim Tekankan Perencanaan Matang dalam Pengembangan Ekonomi Hijau

Bujurnews, Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi hijau di daerah harus dilakukan secara terencana dan berbasis kajian ilmiah agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat.

Menurut Jimmi, konsep ekonomi hijau pada dasarnya memberikan banyak manfaat, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Namun, tanpa perencanaan yang matang dan penyesuaian dengan kondisi lingkungan daerah, penerapannya justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

“Kalau tidak diterapkan dengan benar, dampaknya bisa merugikan lingkungan dan masyarakat. Karena itu perencanaan menjadi hal yang paling penting,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, ekonomi hijau tidak hanya berfokus pada upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Salah satunya melalui pengembangan energi terbarukan sebagai pengganti bahan bakar fosil yang selama ini menjadi andalan.

“Ke depan, kita harus mulai beralih dari bahan bakar yang tidak bisa diperbarui ke energi yang lebih ramah lingkungan, seperti bahan bakar nabati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jimmi menegaskan setiap kebijakan terkait ekonomi hijau harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan daerah agar pembangunan tetap berjalan tanpa merusak alam.

“Perencanaannya harus sesuai dengan kondisi lingkungan. Itu tantangan kita ke depan,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa struktur perekonomian Kutim saat ini masih sangat bergantung pada sektor pertambangan dan batubara. Oleh karena itu, transisi menuju ekonomi hijau tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus bertahap dan terencana.

“Selama ini ekonomi kita masih banyak ditopang dari tambang dan batubara. Jadi perubahannya tidak bisa instan, harus bertahap,” tambahnya.

Sebagai informasi, ekonomi hijau merupakan konsep pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

Konsep ini mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta penggunaan energi terbarukan, sekaligus diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Ma/ja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button