Bujurnews, Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki ketahanan hingga 12 jam selama bulan Ramadan 2026. Kebijakan ini disiapkan untuk memastikan makanan tetap aman dan layak dikonsumsi meski tidak langsung dimakan oleh penerima manfaat.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pola distribusi MBG selama Ramadan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Untuk wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim yang menjalankan ibadah puasa, makanan akan dibagikan di sekolah pada jam belajar, namun dibawa pulang untuk dikonsumsi saat waktu berbuka.
“Untuk daerah yang mayoritas Muslim, makanan akan dibagikan pada jam sekolah. Tapi makanannya dibawa ke rumah dan tahan lama, tahan 12 jam, dari mulai disiapkan sampai dikonsumsi pada saat buka,” ujar Dadan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, bagi wilayah dengan mayoritas masyarakat yang tidak menjalankan puasa, layanan MBG tetap dilaksanakan secara normal seperti hari biasa.
Dari sisi menu, BGN menyiapkan makanan siap santap yang diformulasikan agar memiliki daya simpan lebih lama sekaligus sesuai dengan kebutuhan berbuka puasa. Dadan menegaskan, menu yang diberikan diupayakan tidak masuk dalam kategori ultra processed food (UPF).
“Contohnya seperti kurma, telur rebus, buah-buahan, abon, serta penganan-penganan lokal yang bisa tahan lama,” jelasnya.
Ia menambahkan, BGN telah mengantisipasi sejak awal agar selama Ramadan tidak ada lagi penggunaan makanan ultra-proses dalam program MBG.
“Kami berharap tidak ada lagi ultra processing di Ramadan ini karena makan yang diberikan memang dirancang tahan lama, tetapi tetap tidak termasuk makanan ultra-proses,” tuturnya saat rapat dengan Komisi IX DPR.
BGN menegaskan komitmennya untuk memastikan program MBG tetap berjalan optimal selama Ramadan, sekaligus menjaga kualitas, keamanan pangan, dan nilai gizi bagi para penerima manfaat.




