
Bujurnews, Kutai Timur – Program Pelatihan Urang Sengata Berdaya (USB) Batch 2 tahun 2026 resmi digelar di Balai Pertemuan Desa Sangatta Utara. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak 30–31 Maret dan akan ditutup pada 6 April 2026.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Departemen Community Empowerment (CE) seksi Local Business Development (LBD), bekerja sama dengan Koperasi Insan Tangguh Sejahtera (KITS) sebagai penyelenggara dan penyedia materi pelatihan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah kecamatan dan desa, lembaga adat, hingga perwakilan purnabakti karyawan KPC. Hadir pula Acting GM External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Nanang Supriyadi.
Superintendent LBD KPC, Faizal, menjelaskan bahwa program USB sebelumnya telah dilaksanakan pada 2023 dan dilanjutkan dengan pendampingan selama 12 bulan pada 2024. Saat itu, program diikuti oleh 12 peserta dari Lembaga Adat Besar Kutai Sengata.
“Tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 40 orang, terdiri dari 15 peserta Lembaga Adat Besar Kutai Sengata, 10 dari Lembaga Adat Kutai Sengata, serta 15 peserta dari Persatuan Purnabakti Karyawan KPC,” ujarnya.
Menurut Faizal, peningkatan jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengembangan usaha, khususnya di sektor ultra mikro, mikro, dan kecil.
“Ini menjadi awal yang positif bagi pengembangan usaha masyarakat Kutai di Sangatta. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat terus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan,” tambahnya.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan berbagai materi kewirausahaan. Pada hari pertama, peserta dibekali materi mindset dan penetapan tujuan usaha. Hari kedua difokuskan pada perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), sementara hari ketiga membahas pengelolaan keuangan sederhana.
Materi disampaikan oleh para praktisi usaha yang tergabung dalam KITS Sangatta, yakni Flora Irawati (Owner TREC), Indra Saputra Astama (Owner Ceker Pedas Mampus), serta Megawati (Owner S&M Bakery).
Tidak hanya pelatihan di kelas, program USB juga dilanjutkan dengan sesi pasca pelatihan berupa pemberian bantuan usaha serta pendampingan selama 12 bulan oleh mentor KITS. Pendampingan ini diharapkan mampu menjaga konsistensi dan semangat peserta dalam mengembangkan usaha mereka.
Sementara itu, Nanang Supriyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“KPC berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui berbagai program CSR. Kami ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan ekonomi non tambang melalui penguatan SDM, ekonomi lokal, serta keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Melalui program USB Batch 2 ini, KPC berharap dapat mencetak pelaku usaha mandiri yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Sangatta.




