KutimPertambangan

Tegaskan Tak Ada Tanggul Jebol, KPC Klarifikasi Banjir Road 9 Persoalan Sistem Gorong-gorong

Bujurnews, Sangatta – Banjir yang melanda kawasan Jalan Road 9A, Poros Sangatta-Bengalon, Jumat (23/4/2026) malam, sempat membuat ramai. Genangan air merendam permukiman warga hingga setinggi lutut orang dewasa, membuat sekira 25 kepala keluarga terdampak.

Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa sempat mengonfirmasi kepada media, membenarkan adanya musibah tersebut. Bahwa, pihaknya telah memonitor terkait munculnya genangan air dan sistem gorong-gorong di kawasan tersebut.

Pemerintah desa bersama pihak terkait kemudian berupaya membantu menutup kembali aliran air pada malam hari.

“Kami tutup sekitar jam 20.00 malam. Air sudah tidak mengalir ke bawah, tapi dampaknya sampai jam 12 malam,” katanya.

Manager External Realation PT Kaltim Prima Coal (KPC) Nanang Supriyadi menanggapi, genangan dan luapan air di area Road 9A dipicu oleh akumulasi curah hujan pada daerah tangkapan air (DTA) lokal yang diperberat dengan tersumbatnya gorong-gorong penyaluran air antar sisi jalan.

“Hambatan pada saluran tersebut menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal hingga terjadi penumpukan. Merespons hal ini, tim kami segera melakukan koordinasi dan tindakan pemulihan fungsi gorong-gorong di bawah jalan publik,” terang Nanang.

Artikel terkait : Taktis Cepat, Kronologi Penanganan Genangan Air di Sistem Gorong-gorong Road 9A Sangatta

Dalam proses normalisasi tersebut, lanjutnya, debit air yang sebelumnya tertahan sempat meluap ke badan jalan secara sementara sebelum akhirnya mengalir sepenuhnya ke saluran pembuangan. Pada saat proses final Normalisasi saluran, selanjutnya akan dilakukan kontrol tambahan dalam rangka pengaturan debit dengan pipa yang lebih kecil (ukuran pipa kontrol debit 40 cm, dan gorong gorong tersumbat 60 cm), namun kondisi ini tidak dilakukan mengingat adanya penolakkan dari masyarakat.

“Langkah mitigasi segera kami lakukan di lokasi untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan memastikan integritas infrastruktur tetap terjaga. Perlu kami tegaskan bahwa luapan air ini murni merupakan hasil tangkapan air hujan setempat (runoff) dan sama sekali tidak berkaitan dengan kolam tambang maupun aktivitas operasional tambang,” tegasnya.

Sebagai komitmen jangka panjang, Nanang menegaskan, KPC akan terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan sistem drainase untuk terus ditingkatkan secara berkala demi memastikan fungsi teknis yang optimal. (rc)

*Artikel ini telah mengalami revisi pada 6 April 2026, pukul 22.10 Wita, pada penyampaian Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button