Hardiknas 2026 Kutim: Bupati Tekankan Pendidikan Berkualitas
Bujurnews, Sangatta – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam memajukan dunia pendidikan. Hal tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiasnyah Sulaiman saat memimpin upacara di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Senin (4/5/2026).
Dalam amanatnya, Bupati Ardiansyah menegaskan pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi upaya tulus untuk memanusiakan manusia.
Menurutnya, Pendidikan merupakan proses menumbuhkan potensi dan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia, dengan tujuan membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, yakni asah, asih, dan asuh, sebagai fondasi dalam membangun karakter peserta didik.
“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, serta peradaban yang bermartabat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional saat ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh demi mewujudkan Indonesia maju.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, salah satunya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Program tersebut didukung oleh lima kebijakan strategis, di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran. Hingga 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi, sementara lebih dari 288.000 sekolah telah memanfaatkan papan interaktif digital.
Selain itu, pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan diberikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester. Tahun 2025, program ini menyasar 12.500 guru dan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026.
“Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas,” tegasnya.
Penguatan karakter juga menjadi perhatian melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Berbagai program seperti tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, kegiatan pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman terus didorong untuk membentuk karakter peserta didik.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan melalui penguatan literasi, numerasi, serta pendekatan STEM (sains, teknologi, engineering, dan matematika). Pemerintah juga memperkenalkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu pendidikan.
Untuk menjamin akses pendidikan yang merata, pemerintah menghadirkan berbagai layanan seperti sekolah terbuka, pembelajaran jarak jauh, hingga pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Seluruh kebijakan ini tidak akan berjalan optimal tanpa didukung pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” katanya. (ma/rc)




