Bujurnews, Sangatta – Koperasi Insan Tangguh Sejahtera (KITS) Sangatta, mitra dampingan UMKM PT Kaltim Prima Coal (KPC), menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) Tahun Buku 2025 di J-23 Wisma Prima, Swargabara, Sangatta, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (DiskopUMKM) Kutai Timur M. Iskak Djoharso dan Akhmad Zainul, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kecamatan Sangatta Utara Elysabeth Artikawati, Ketua KITS Sangatta Roina Barokatin, Act. Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf, Superintendent Local Business Development (LBD) Faizal, serta puluhan anggota KITS yang hadir secara langsung maupun melalui Zoom.
M. Iskak Djoharso yang mewakili Kepala Diskop UMKM Kutim Teguh Budi Santoso mengatakan, pemerintah menaruh harapan besar kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Menurutnya, UMKM diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kutai Timur.
Dia juga berharap perusahaan mitra, baik BUMN, BUMD, maupun swasta, termasuk KPC, dapat terus aktif berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem UMKM yang produktif dan berdaya saing.
“Kami mengucapkan terima kasih atas support serta dukungan perusahaan KPC yang telah bermitra dengan KITS. Dengan sinergi ini, diharapkan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah khususnya Kutai Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Ketua KITS Sangatta Roina Barokatin menyampaikan, saat ini koperasi yang dipimpinnya memiliki 47 anggota aktif yang terdiri dari pelaku UMKM di Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, Bengalon, Kaubun, dan Karangan.
Roina mengapresiasi dukungan pemerintah daerah melalui DiskopUMKM Kutim serta pendampingan dari KPC yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha anggota koperasi.
“Mewakili pengurus dan anggota, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam hal ini Diskop UMKM Kutim, serta kepada perusahaan KPC atas pendampingan dan bantuan yang signifikan bagi UMKM. Bantuan tersebut memberikan dampak besar bagi permodalan dan fasilitas usaha, sehingga anggota KITS merasakan peningkatan omzet usaha,” katanya.
RAT tersebut juga dirangkai dengan penyampaian laporan kerja pengurus dan pengawas selama satu tahun, laporan keuangan sisa hasil usaha (SHU), pembahasan rencana strategis dan program kerja ke depan, serta pemilihan pengurus baru Koperasi KITS untuk masa bakti 2026-2027.
Terpisah, Act. Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf didampingi Supt-LBD Faizal menegaskan, KPC terus menjalankan berbagai strategi pemberdayaan UMKM melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya di wilayah operasional Sangatta.
Menurutnya, program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemandirian, daya saing, dan keberlanjutan usaha lokal.
“Kami berharap UMKM binaan tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berkembang menjadi pengusaha muda yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program CSR dan Wiranusa tahun 2025, KPC mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas manajemen usaha, mutu produk, hingga omzet usaha.
Selain itu, KPC juga terus mendorong UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan tren bisnis berkelanjutan, sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi di sekitar wilayah operasional tambang sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“KPC secara konsisten mendukung hal ini melalui berbagai program kolaboratif, seperti pelatihan usaha, pendampingan, hingga penyaluran bantuan sarana produksi. Melalui bantuan kemasan dan pembinaan, diharapkan produk UMKM memiliki kualitas lebih baik dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” tutupnya. (why/rc)




