
Foto Ilustri Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Bujurnews, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan.
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemkot Samarinda telah menyiapkan lahan seluas 13 hektare yang dinilai cukup untuk pembangunan fasilitas utama maupun sarana pendukung lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso, mengatakan kebutuhan lahan inti untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik sebenarnya hanya sekitar 5 hektare.
“Awalnya disiapkan sekitar 10 hektare, tetapi setelah dihitung fasilitas inti hanya membutuhkan sekitar 5 hektare. Jadi untuk kesiapan lahan sudah aman,” kata Suwarso, Rabu.
Ia menjelaskan, proyek ramah lingkungan tersebut akan mendapat dukungan pembiayaan penuh dari pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Sementara Pemerintah Kota Samarinda bertanggung jawab menyiapkan berbagai kebutuhan dasar seperti akses jalan menuju lokasi dan ketersediaan sumber air untuk operasional fasilitas.
Menurutnya, seluruh kebutuhan dasar yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi, sehingga pembangunan PSEL ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.
Pada April lalu, tim gabungan dari sejumlah kementerian dan lembaga pusat juga telah melakukan verifikasi lapangan langsung ke TPA Sambutan. Tim tersebut terdiri dari Kementerian Koordinator Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Danantara, hingga PLN Pusat.
“Tim mengecek langsung kesiapan lahan, sumber air, hingga area pengolahan limbah pembakaran. Semua yang menjadi syarat sudah kami siapkan,” ujarnya.
Suwarso menyebut hasil pengecekan lapangan menunjukkan bahwa luas lahan dan sarana pendukung lainnya telah memenuhi kebutuhan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.
Meski demikian, Pemkot Samarinda masih menunggu hasil administrasi resmi dari pemerintah pusat terkait proses verifikasi lapangan yang telah dilakukan.
Ia optimistis Samarinda menjadi salah satu daerah prioritas dalam pembangunan PLTSa karena dinilai telah memenuhi berbagai persyaratan administratif maupun kesiapan teknis di lapangan.
“Kami optimistis proyek ini bisa terealisasi karena dari informasi yang kami terima, Samarinda termasuk daerah prioritas,” pungkasnya.(ja)




