Kutim

Banjir Rendam 8 Hektare Sawah di Rantau Pulung, Camat Soroti Sedimentasi Sungai

Bujurnews, Kutim – Curah hujan tinggi yang terjadi sejak Jumat (22/05/2026) lalu menyebabkan sekitar 8 hektare lahan persawahan di SP2, Desa Margomulyo, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur, terendam banjir. Genangan air hingga kini belum juga surut dan mulai dikhawatirkan mengganggu sektor pertanian di wilayah tersebut.

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, mengatakan pemerintah kecamatan telah meninjau langsung lokasi banjir bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kepala desa setempat untuk mencari penyebab lambatnya surut air di area persawahan.

Menurutnya, banjir yang merendam lahan sawah di kawasan tersebut sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Namun, pada tahun-tahun sebelumnya genangan biasanya mulai surut dalam waktu dua hari setelah hujan berhenti.

“Kalau tahun sebelumnya, biasanya dua hari air sudah turun dan sawah mulai kering. Tapi sekarang sudah sekitar empat sampai lima hari sejak Jumat, penurunan debit airnya masih sangat lambat,” ujar Vita saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (25/5/2026).

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, saat melakukan peninjauan kawasan sawah yang terendam banjir.

Ia menjelaskan lambatnya surut air diduga disebabkan sedimentasi pada sungai yang menjadi saluran pembuangan air dari area persawahan. Selain itu, kondisi gorong-gorong pada jembatan penghubung antara SP2 dan SP3 juga mengalami penurunan dan longsor sehingga menghambat aliran air.

“Jadi ada sedimentasi sungai dan juga kondisi gorong-gorong di jembatan yang sudah longsor. Itu salah satu penyebab kenapa air yang menggenangi sawah lambat surut,” jelasnya.

Vita mengatakan para petani berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai agar aliran air kembali lancar. Selain itu, mereka juga meminta adanya perbaikan infrastruktur jembatan di wilayah Desa Margomulyo dan Mukti Jaya.

Menurutnya, jembatan dengan gorong-gorong bundar yang ada saat ini dinilai sudah tidak memadai untuk menampung debit air saat hujan deras. Petani berharap konstruksi tersebut dapat ditingkatkan menjadi jembatan dengan dimensi saluran air lebih besar.

Sawah yang direndam banjir di SP2, Desa Margomulyo, Rantau Pulung, Kutai Timur.

“Harapannya supaya buangan air lebih besar sehingga genangan di sawah bisa lebih cepat surut,” katanya.

Meski demikian, Vita memastikan banjir saat ini tidak sampai merendam rumah warga. Air hanya sempat melintas di kawasan permukiman ketika hujan deras dan biasanya surut dalam waktu satu hingga dua jam.

“Yang paling terdampak saat ini memang area persawahan, karena itu menjadi salah satu lokasi ketahanan pangan di Rantau Pulung,” ujarnya.

Terkait kerugian petani, Vita menyebut dampaknya masih terbatas karena tanaman padi baru memasuki tahap awal penanaman. Kerugian diperkirakan berasal dari bibit padi yang telah ditanam serta tenaga yang sudah dikeluarkan petani.

“Karena masih tahap awal penanaman, kerugiannya sementara ini pada bibit dan tenaga kerja petani,” pungkasnya. (ma/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button