
Foto: Kondisi Cuacadi Sangatta yang di selimuti asap.(Rangga R/Bujurnews)
Bujurnews, Sangatta – Kondisi cuaca redup tanpa sinar matahari yang terjadi di wilayah Sangatta sejak pagi hingga sore diduga dipengaruhi asap kiriman dari luar daerah. Dugaan tersebut muncul karena hingga sore hari, tidak ditemukan titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) maupun kemunculan asap signifikan di wilayah Sangatta Kota.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur (Kutim), Muhammad Naim, mengatakan kondisi tersebut kemungkinan berasal dari wilayah atau provinsi tetangga yang masih mengalami Karhutla.
“Kondisi cuaca sejak pagi hingga sore yang tidak ada panas sama sekali ini kemungkinan besar merupakan kiriman dari daerah atau provinsi lain yang masih terdampak Karhutla,” ujar Naim saat diwawancarai, Kamis (17/9/2026).
Menurut Naim, berdasarkan hasil pemantauan dan laporan posko hingga sore hari, belum ditemukan adanya titik Karhutla maupun sumber asap yang signifikan di kawasan Sangatta Kota.
Selain dugaan asap kiriman, kondisi cuaca di Kalimantan Timur saat ini juga dipengaruhi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung di sejumlah kabupaten/kota tetangga, seperti Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), dan Berau.
Meski demikian, dari 18 kecamatan di Kutim, sedikitnya tujuh kecamatan mulai diguyur hujan.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya laporan Karhutla di kawasan Kilo 6, Sangatta Selatan. Naim memastikan personel yang bersiaga di posko lapangan langsung dikerahkan setelah menerima laporan.
“Tim BPBD, baik di Posko Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan, sudah dalam posisi siaga penuh. Begitu ada laporan masuk seperti di Kilo 6, tim langsung bergerak untuk mengatasi pemadaman,” terangnya.
BPBD Kutim memastikan seluruh personel dan armada penanggulangan bencana tetap disiagakan di sejumlah titik rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi muncul dan meluasnya Karhutla di wilayah Kutai Timur. (RR/Ja)




