
Foto: Kepala Satpol PP Kutim, M Fata Hidayat. (Rangga R/Bujurnews)
Bujurnews, Sangatta – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuat sejumlah personel terus disiagakan di lapangan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim turut terlibat dalam penanganan kebakaran, meski masih menghadapi keterbatasan alat pelindung diri (APD).
Kepala Satpol PP Kutim M. Fata Hidayat mengatakan, sebanyak 30 personel disiagakan untuk membantu penanganan karhutla. Mereka ditempatkan di dua posko, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Untuk menjaga kondisi fisik personel, dilakukan pergantian petugas setiap hari. Langkah tersebut penting mengingat penanganan karhutla membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.
“Kami menyiagakan 30 orang personel yang dibagi untuk pos Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Setiap hari ada pergantian agar kelelahan personel di lapangan bisa kita hindarkan,” kata Fata, Senin (21/9/2026).
Di tengah kesiapsiagaan tersebut, Fata mengakui masih terdapat kendala pada sisi operasional, khususnya ketersediaan APD. Perlengkapan yang dimiliki personel saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penanganan kebakaran.
Salah satunya sepatu pelindung. Sepatu dinas yang digunakan anggota dinilai tidak tahan terhadap panas dan kondisi medan saat melakukan pemadaman.
“Kendala utama kami memang di operasional dan APD. Sepatu dinas yang dipakai anggota saat ini tidak tahan api,” ujarnya.
Fata mengatakan, persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim. Pihaknya berharap dukungan APD yang lebih memadai dapat diberikan untuk menunjang keselamatan personel selama bertugas.
Meski dengan keterbatasan peralatan, personel Satpol PP bersama jajaran kecamatan di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan tetap menjalankan tugas di lapangan. Mereka bahu-membahu membantu penanganan kebakaran sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Fata mengatakan, kondisi asap di sejumlah lokasi mulai menipis. Ia berharap kondisi tersebut terus membaik dan tidak terjadi kebakaran susulan.
“Kita melihat kondisi asap di lapangan sudah mulai menipis. Harapan kita bersama, mudah-mudahan tidak ada lagi kebakaran susulan dan hujan segera turun membasahi wilayah kita,” pungkasnya. (RR)




