KaltimKotaKutim

Tak Cukup Bangun Infrastruktur, Agusriansyah Minta Kutim Perkuat Ekonomi dan SDM

Foto: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan. (Rangga R/Bujurnews)

Bujurnews, Sangatta – Memasuki usia ke-27 tahun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) didorong tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menjaga kelestarian budaya lokal.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menilai capaian pembangunan Kutim patut diapresiasi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui kolaborasi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

“Kita melihat kemampuan pemimpin melakukan kolaborasi, termasuk melakukan kreativitas untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Kita bisa melihat satu per satu desa terpenuhi, tentu melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat dan provinsi,” ujarnya saat diwawancara beberapa hari lalu.

Meski demikian, Agusriansyah menekankan perlunya lompatan ekonomi melalui optimalisasi Pelabuhan Sangatta dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Kedua infrastruktur tersebut dinilai strategis untuk memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendukung pengembangan pariwisata, termasuk kawasan Sangkulirang-Mangkalihat.

“Yang sangat penting adalah bagaimana dua pelabuhan besar ini bisa beroperasi secara optimal, yakni Pelabuhan Sangatta dan kawasan ekonomi khusus Maloy,” tegasnya.

Di sektor SDM, politisi PKS itu mengapresiasi Deklarasi Antinarkoba yang melibatkan puluhan ribu peserta hingga mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba menjadi penting untuk melindungi generasi muda sekaligus mempersiapkan bonus demografi.

“Jangan sampai bonus demografi justru menjadi persoalan. Kita harus memastikan generasi muda tumbuh sehat, produktif dan punya masa depan,” pesannya.

Agusriansyah juga mengingatkan pentingnya pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Kutai, di tengah masyarakat yang beragam. Pengenalan budaya kepada generasi muda harus terus diperkuat tanpa mengabaikan kebudayaan lain sebagai bagian dari kekayaan bangsa.

“Pengenalan budaya sangat penting kepada generasi, khususnya budaya Kutai yang memang merupakan budaya lokal dan harus menjadi milik kita semua, tanpa meninggalkan budaya-budaya lain,” pungkasnya. (RR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button