KotaKutim

Air PDAM Tak Mengalir Hampir Dua Bulan, Perumdam Turunkan Tim Teknis

Foto: Tim Teknis dari Perumda Tirta Tuah Benua Kutim turun langsung menelusuri penyebab gangguan aliran air. (Humas TTB Kutim)

Bujurnews, Sangatta—Hampir dua bulan warga Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mengeluhkan distribusi air bersih yang tak kunjung mengalir. Menanggapi keluhan tersebut, Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam) Kutim menyiapkan tim teknis untuk menelusuri penyebab gangguan dan mempercepat pemulihan layanan.

Pemeriksaan jaringan dijadwalkan Rabu (21/10/2026) pukul 13.00 Wita bersama pemerintah desa. Penelusuran difokuskan pada jalur pipa distribusi, terutama titik persilangan (crossing) dengan jalan baru yang diduga berpotensi memengaruhi aliran air menuju pelanggan.

Keluhan warga tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, saat bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Bukit Pelangi, Senin (19/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Sunan menyampaikan kondisi masyarakat Sekurau Bawah yang kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Berdasarkan laporan yang diterimanya, aliran air menuju permukiman warga diduga telah terhenti hampir dua bulan.

Kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Warga pun berharap pemerintah daerah dan Perumdam segera mengambil langkah konkret agar distribusi kembali normal.

Sunan juga menyampaikan informasi bahwa pasokan air dari wilayah Desa Sekerat dilaporkan masih mengalir menuju kawasan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy. Namun, sebagian warga Sekurau Bawah justru mengalami kesulitan mendapatkan layanan air bersih.

Keluhan itu mendorong pemerintah desa meminta perhatian Pemkab Kutim. Wakil Bupati Mahyunadi turut meminta agar persoalan tersebut ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi (Trandis) Perumdam Kutim, Syamsul Bachri, mengatakan pemeriksaan lapangan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan distribusi. Tim akan mengecek kondisi fisik pipa, termasuk pada titik-titik persilangan dengan jalan baru.

“Penggalian akan dilakukan pada seluruh titik persilangan untuk memastikan kondisi fisik pipa sekaligus menemukan lokasi yang diduga menghambat aliran air menuju pelanggan,” ujar Syamsul melalui sambungan telepon, Selasa (20/10/2026).

Menurut Syamsul, pemeriksaan langsung diperlukan agar penanganan tidak sekadar berdasarkan perkiraan. Hasil identifikasi akan menjadi dasar untuk menentukan metode perbaikan yang sesuai dengan kondisi jaringan.

Untuk mempercepat pekerjaan, Perumdam telah menghubungi tim teknis yang dipimpin Kepala Seksi Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara, Sunaryo, agar menuju Desa Sekerat dan membantu proses pemeriksaan serta perbaikan jaringan.

“Untuk mendukung percepatan pekerjaan, kami telah menghubungi tim teknis yang dipimpin Pak Sunaryo dari Sangatta Utara agar menuju Desa Sekerat dan membantu proses perbaikan jaringan,” ungkap Syamsul, yang pernah menjabat Kepala Unit Muara Wahau.

Perumdam juga berkoordinasi dengan Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, serta pihak terkait untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi titik gangguan secara akurat sehingga langkah perbaikan bisa segera ditentukan.

Meski tim teknis telah disiapkan, penyebab pasti terhentinya aliran air masih menunggu hasil pemeriksaan di lapangan. Perumdam juga belum menyampaikan kepastian waktu pemulihan distribusi.

Warga Sekurau Bawah kini menanti hasil pemeriksaan dan langkah nyata perbaikan. Setelah hampir dua bulan kesulitan memperoleh air bersih, masyarakat berharap penanganan tidak berhenti pada pemeriksaan jaringan, tetapi berlanjut hingga aliran air kembali menjangkau permukiman mereka.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button