AdvertorialDPRD Penajam Paser UtaraPenajam Paser Utara

Anggaran APBD Terbatas, Syahrudin M Noor Dorong Pembangunan RSUD 4 Lantai Didukung Pemerintah Pusat

FOTO: Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor,

Bujurnews, Penajam – Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, berharap rencana pembangunan gedung rumah sakit empat lantai di PPU mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Pasalnya, kemampuan keuangan daerah dinilai belum memungkinkan untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan tersebut.

Syahrudin mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah perlu mencari alternatif pembiayaan agar rencana pembangunan rumah sakit tersebut dapat direalisasikan.

“Kalau untuk anggaran kita, saya kira kita juga sadar bahwa postur APBD kita tidak memungkinkan. Kita berharap ada bantuan dari pusat,” ujar Syahrudin, Minggu (7/11/2026).

Menurutnya, pembangunan rumah sakit menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Dukungan pemerintah pusat dinilai penting agar keterbatasan anggaran daerah tidak menghambat penyediaan fasilitas kesehatan.

Selain mengharapkan bantuan pemerintah pusat, Syahrudin juga menawarkan alternatif melalui kerja sama dengan pihak luar negeri, salah satunya Rusia, khususnya dalam penyediaan peralatan medis.

Ia mengungkapkan, saat melakukan kunjungan ke Rusia dalam agenda terkait perkeretaapian, dirinya sempat mendapat tawaran kerja sama penyediaan mesin dan peralatan rumah sakit.

Melalui skema tersebut, peralatan medis dari Rusia dapat ditempatkan dan dimanfaatkan di fasilitas kesehatan PPU tanpa harus seluruhnya dibeli menggunakan anggaran daerah.

“Kalau pemerintah kabupaten memang mau, kita bisa membangun kerja sama seperti yang pernah ditawarkan Rusia. Mereka mau menitipkan barang-barang atau mesin-mesin rumah sakit untuk kita tampilkan dan digunakan di sini,” jelasnya.

Syahrudin mencontohkan, kerja sama itu dapat diarahkan pada penguatan layanan kesehatan tertentu, seperti penanganan penyakit jantung maupun paru-paru.

Dengan menentukan salah satu bidang pelayanan sebagai prioritas, pihak mitra dapat mendukung penyediaan peralatan medis sesuai kebutuhan layanan tersebut.

“Misalnya kita pusatkan salah satu layanan di PPU, seperti penyakit jantung atau paru. Mereka bisa menyiapkan alat-alatnya. Kalau kita membangun kerja sama seperti itu, saya kira lebih baik karena kita tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan anggaran untuk membeli seluruh peralatan penunjang,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan berbagai peluang kerja sama, baik dengan pemerintah pusat maupun mitra luar negeri, sehingga pembangunan rumah sakit empat lantai dapat berjalan tanpa terlalu membebani keuangan daerah.

Menurutnya, penyediaan fasilitas dan peralatan medis yang memadai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat PPU. (adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button