
Bujurnews, Kutai Timur – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur (Kutim), terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Fokus utama pembinaan adalah latihan intensif sejak usia dini yang digelar rutin setiap hari.
Ketua FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim, menjelaskan bahwa para atlet muda berlatih selama dua jam setiap sore dengan hanya satu hari libur dalam sepekan.
“Latihan dilakukan rutin setiap sore selama dua jam. Hanya satu hari kami libur untuk menjaga kebugaran anak-anak,” ujar Aji.
Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri, namun pengawasan pelatih dan pembatasan waktu latihan menjaga para atlet tetap bugar. Tak kalah penting, dukungan dari orang tua turut berperan dalam menjaga semangat atlet.
“Support dari orang tua luar biasa. Mereka tahu ini proses penting untuk anak-anak mereka,” ucapnya .
Melatih anak usia dini, terutama yang baru berusia sekitar tujuh tahun, menurut Aji memerlukan pendekatan yang lebih sabar dan menyenangkan.
“Ini soal menyalurkan bakat sekaligus membiarkan mereka tetap bisa bermain. Semangat harus terus dijaga, tapi pendekatannya tetap harus menyenangkan,” jelasnya.
Selain aspek fisik, FPTI Kutim juga menaruh perhatian besar pada pembinaan mental atlet.
“Kekuatan bisa dilatih, tapi mental yang jadi kunci. Apalagi ini kan atlet-atlet pemula,” imbuhnya.
Prestasi FPTI Kutim di Porprov Berau 2022 menjadi motivasi tersendiri. Saat itu, Kutai Timur berhasil meraih gelar juara umum dengan mengantongi delapan medali emas. Bupati Kutim pun turut menyampaikan harapan agar capaian tersebut dapat terulang pada Porprov 2026 mendatang.
“Harapan kita semua, Kutai Timur bisa kembali meraih juara umum,” ucap Aji.
Diakhir, ia berpesan agar para atlet terus menjaga kebugaran dan mempersiapkan mental dengan baik.
“Fisik bisa disiapkan dari sekarang, tapi mental baru akan benar-benar teruji saat bertanding nanti,” pungkasnya.(adl/ja)




