Peringati Hardiknas 2025, DPM-PTSP Bontang Dorong Dunia Usaha Aktif Dukung Pendidikan

Bontang – Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang menyoroti pentingnya keterlibatan sektor usaha dalam mendukung penguatan pendidikan di daerah.
Kepala DPM-PTSP Bontang Muhammad Aspiannur menegaskan, kemajuan dunia pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah dan institusi pendidikan. Sektor usaha, menurutnya, memiliki kontribusi strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Pelaku usaha dapat mengambil peran melalui pengembangan infrastruktur pendidikan, penyediaan teknologi pembelajaran, hingga keterlibatan dalam program pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap Muhammad Aspiannur saat dikonfirmasi, Senin (5/5/2025).
Ia menuturkan, terus mendorong masuknya investasi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk mendukung inisiatif pendidikan melalui skema kemudahan perizinan dan fasilitasi.
Aspiannur menambahkan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tak cukup hanya dengan menyempurnakan kurikulum. Akses pendidikan yang merata, pembentukan karakter, serta ketersediaan fasilitas yang memadai juga menjadi elemen kunci.
“Pendidikan yang baik tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga individu yang memiliki karakter dan siap bersaing secara global,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengajak dunia usaha di Bontang untuk mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) mereka ke sektor pendidikan. Terkhusus, di wilayah yang selama ini kurang terjangkau, seperti daerah pesisir dan lingkungan sekitar kawasan industri.
Dalam semangat Merdeka Belajar yang digaungkan pemerintah, Aspiannur mengajak semua pihak untuk menguatkan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan pendidikan di Bontang.
“Kolaborasi antara pemerintah, sektor pendidikan, dan dunia usaha merupakan kunci untuk mewujudkan generasi unggul. Pendidikan harus menjadi prioritas bersama jika kita ingin daerah ini tumbuh dengan daya saing yang kuat,” tandasnya. (Adv)
x
Bontang – Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang menyoroti pentingnya keterlibatan sektor usaha dalam mendukung penguatan pendidikan di daerah.
Kepala DPM-PTSP Bontang Muhammad Aspiannur menegaskan, kemajuan dunia pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah dan institusi pendidikan. Sektor usaha, menurutnya, memiliki kontribusi strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Pelaku usaha dapat mengambil peran melalui pengembangan infrastruktur pendidikan, penyediaan teknologi pembelajaran, hingga keterlibatan dalam program pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap Muhammad Aspiannur saat dikonfirmasi, Senin (5/5/2025).
Ia menuturkan, terus mendorong masuknya investasi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk mendukung inisiatif pendidikan melalui skema kemudahan perizinan dan fasilitasi.
Aspiannur menambahkan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tak cukup hanya dengan menyempurnakan kurikulum. Akses pendidikan yang merata, pembentukan karakter, serta ketersediaan fasilitas yang memadai juga menjadi elemen kunci.
“Pendidikan yang baik tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga individu yang memiliki karakter dan siap bersaing secara global,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengajak dunia usaha di Bontang untuk mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) mereka ke sektor pendidikan. Terkhusus, di wilayah yang selama ini kurang terjangkau, seperti daerah pesisir dan lingkungan sekitar kawasan industri.
Dalam semangat Merdeka Belajar yang digaungkan pemerintah, Aspiannur mengajak semua pihak untuk menguatkan kolaborasi lintas sektor demi kemajuan pendidikan di Bontang.
“Kolaborasi antara pemerintah, sektor pendidikan, dan dunia usaha merupakan kunci untuk mewujudkan generasi unggul. Pendidikan harus menjadi prioritas bersama jika kita ingin daerah ini tumbuh dengan daya saing yang kuat,” tandasnya. (Adv/ape)




