KotaKutim

Peduli Pendidikan Pascabanjir, PMI Kutim Salurkan 700 Paket Perlengkapan Sekolah Ke Aceh

Bujurnews, Kutai Timur – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menyalurkan bantuan hasil pengumpulan donasi dari masyarakat, pelajar, relawan, hingga pihak swasta untuk korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera.

Ketua PMI Kutim, Kasmidi Bulang, mengatakan donasi tersebut dikumpulkan selama hampir satu bulan melalui partisipasi aktif pelajar tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa, relawan, perorangan, serta sejumlah perusahaan di Kutai Timur.

“Alhamdulillah, sampai hari ini dana yang terkumpul mencapai Rp329.221.400 dan insyaallah akan kami genapkan menjadi Rp350 juta. Dana ini akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana di Aceh dan Sumatera,” ujar Kasmidi, Kamis (22/01/2026).

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari dewan guru, kepala sekolah, pembina, relawan, Palang Merah Remaja (PMR), kampus, hingga perusahaan swasta. Menurutnya, sekitar 80 persen donasi berasal dari pelajar, sehingga PMI memutuskan fokus pada bantuan di bidang pendidikan.

“Kami melihat pascabencana, bantuan seperti pakaian dan selimut sudah cukup banyak. Namun ternyata masih ada kekurangan perlengkapan sekolah. Karena itu, kami menyasar anak-anak agar mereka bisa tetap bersekolah,” jelasnya.

Rencananya, rombongan PMI Kutim akan berangkat pada 28 Januari 2026 menuju Medan, Sumatera Utara, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Aceh, khususnya ke Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Bantuan akan disalurkan langsung ke sekolah-sekolah pada 29 Januari 2026.

“Kami sengaja mengantar langsung karena jumlah bantuannya cukup besar. Perlengkapan sekolah akan disiapkan oleh PMI di Medan dalam bentuk paket untuk siswa SD, SMP, dan SMA,” tambah Kasmidi.

Sebagai bentuk edukasi dan apresiasi, PMI Kutim juga mengajak perwakilan pelajar SMP dan SMA dari Kutai Timur untuk ikut serta dalam penyaluran bantuan. Pelajar tersebut berasal dari SMP YPPSB dan SMA Sandaran.

“keberangkatan ini, kita tidak mengganggu jumlah donasi yang akan dibawa ke sana. Jadi kita ada biaya sendiri untuk berangkat ke sana,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kutim, Wilhelmus Wio Doi, menjelaskan bahwa total bantuan yang akan disalurkan sebanyak 700 paket school kit, dengan rincian 307 paket untuk SMA/MA, 197 paket untuk SMP, dan 196 paket untuk SD.

“Seluruh paket saat ini sedang diproses oleh tim PMI di Medan. Isinya berupa tas ransel yang dilengkapi buku tulis, alat tulis, penggaris, busur, pulpen, penghapus, rautan, tip-ex, tumbler, dan perlengkapan sekolah lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya sempat mempertimbangkan pembelian sepatu dan seragam, namun diurungkan karena kendala ukuran.

Selain itu, PMI Kutim juga menerima bantuan 130 mushaf Al-Qur’an dari Baznas, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian berbagai pihak, PMI Kutim turut menyerahkan plakat penghargaan kepada sekolah, perguruan tinggi, relawan, serta pihak swasta yang telah berkontribusi dalam penggalangan donasi tersebut.

PMI Kutim berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta membantu anak-anak di daerah terdampak agar dapat kembali bersekolah dan menatap masa depan dengan lebih baik. (Ma/ja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button