KutimPemkab Kutim

KEK MBTK Maloy Didorong Segera Beroperasi, Kutim Targetkan Peningkatan PAD

Bujurnews, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ( Pemkab Kutim) terus mendorong percepatan operasional Pelabuhan Maloy di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kecamatan Kaliorang. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengoptimalkan aset daerah yang telah diinvestasikan.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mendorong Kementerian Perhubungan agar Pelabuhan Maloy benar-benar dapat difungsikan untuk kepentingan Kutai Timur.

“Kita akan mendobrak Kementerian Perhubungan agar pelabuhan Maloy itu betul-betul bisa terpakai untuk Kabupaten Kutai Timur sehingga kita bisa mendapatkan PAD dari pelabuhan itu,” ujarnya.

Mahyunadi juga menyampaikan bahwa dirinya telah meninjau langsung kawasan tersebut bersama Gubernur Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Menurutnya, gubernur menunjukkan semangat besar untuk mengoptimalkan pelabuhan di KEK MBTK.

Di Samping itu, Mahyunadi menyebut Pemkab Kutim sendiri telah mengeluarkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 500,9 hektare di kawasan KEK Maloy.

Namun hingga kini, lahan tersebut belum termanfaatkan secara maksimal karena pelabuhan belum beroperasi penuh.

“Tanah itu sudah dibayar oleh pemerintah Kutai Timur. Kalau pelabuhan sudah berfungsi, maka tanah kita akan terpakai dan bisa menghasilkan income dari sisi pendapatan asli daerah,” jelasnya.

Selain itu, beroperasinya Pelabuhan Maloy juga diyakini akan berdampak pada pencatatan ekspor daerah. Saat ini, sejumlah komoditas unggulan Kutai Timur, termasuk pisang, diekspor melalui Balikpapan sehingga pencatatannya bukan atas nama Kutai Timur.

Mahyunadi mengungkapkan, volume ekspor pisang dari Kutai Timur mencapai lebih dari 1.000 ton per tahun, bahkan menurut eksportir bisa mencapai sekitar 1.600 ton per tahun. Namun, karena pengiriman tercatat melalui Balikpapan, daerah tidak memperoleh manfaat optimal dari sisi administrasi dan statistik perdagangan.

“Walaupun pisang Kutai Timur yang diekspor, tetapi tercatatnya dari Balikpapan sehingga kita tidak mendapatkan benefit lebih dari hasil itu,” tegasnya.

Dengan berfungsinya Pelabuhan Maloy di KEK MBTK, Pemkab Kutim berharap aktivitas ekspor dapat langsung tercatat atas nama daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD secara signifikan. (ma/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button