HeadlineInternasional

Lebih dari 40 Negara Bentuk Koalisi Global untuk Buka Kembali Selat Hormuz

Bujurnews, Internasional – Sekitar 40 negara tengah berupaya membentuk koalisi internasional guna membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit di kawasan Teluk Persia yang menjadi salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia.

Selat Hormuz dikenal sebagai “choke point” atau titik sempit strategis karena hampir 20 persen pasokan minyak global melintasinya. Penutupan jalur oleh Iran memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi krisis ekonomi global.

Langkah pembentukan koalisi ini dilakukan tanpa keterlibatan Amerika Serikat, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa negara-negara lain harus turut bertanggung jawab dalam menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Pertemuan virtual perdana koalisi digelar pada Kamis (2/4/2026) dan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper. Forum ini diikuti lebih dari 40 negara, termasuk Perancis, Jerman, Kanada, Uni Emirat Arab, dan India.

Dalam pembukaan rapat, Cooper menilai tindakan Iran berdampak luas terhadap perekonomian dunia. Ia menyebut penutupan jalur tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap stabilitas global.

“Kami telah melihat Iran membajak jalur pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global,” ujarnya.

Koalisi ini difokuskan pada upaya diplomatik dan ekonomi untuk memastikan Selat Hormuz dapat kembali dibuka secara aman dan berkelanjutan. Sejumlah opsi yang dibahas mencakup tekanan diplomatik hingga kemungkinan penerapan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Selain itu, opsi militer juga mulai dipertimbangkan untuk tahap lanjutan, seperti pembersihan ranjau laut dan pengawalan kapal-kapal komersial. Namun, langkah tersebut akan diambil secara bertahap dan menunggu perkembangan situasi di lapangan.
Juru bicara militer Perancis, Guillaume Vernet, menegaskan bahwa operasi semacam ini membutuhkan koordinasi besar lintas negara.

“Kami perlu mengumpulkan jumlah kapal yang cukup serta kemampuan koordinasi di udara, laut, dan berbagi intelijen,” ujarnya.

Pembentukan koalisi ini menjadi sinyal meningkatnya perhatian global terhadap stabilitas jalur energi dunia, sekaligus mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak lanjutan jika krisis di Selat Hormuz tidak segera diselesaikan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button