Bujurnews, Kutim – Pelaku UMKM dan pecinta fashion di Kutai Timur didorong untuk lebih serius mengembangkan ide desain berbasis wastra lokal melalui workshop moodboard yang digelar Komunitas Kreatif Fashion Kutai Timur (KRAST), Selasa (21/4/2026).
Ketua KRAST Kutim, Yusi Nudya menegaskan, moodboard merupakan tahap awal yang sangat penting dalam proses perancangan busana karena menjadi dasar dalam membangun konsep desain.
“Moodboard adalah fondasi dari sebuah karya. Dari sini kita bisa menyusun cerita, menentukan warna, tekstur, hingga karakter busana yang ingin ditampilkan,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta dibimbing untuk menggali inspirasi dari berbagai sumber, termasuk budaya lokal Kutai Timur, kemudian menuangkannya dalam bentuk visual yang terarah dan memiliki benang merah konsep.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam desain agar karya yang dihasilkan tidak keluar dari identitas yang ingin dibangun.
“Kalau kita ingin mengangkat kebaya dengan sentuhan wastra lokal, maka dari awal konsepnya sudah harus kuat. Warna, motif, sampai styling harus saling mendukung,” tambahnya.
Selain itu, peserta diajak mengeksplorasi perpaduan kebaya modern dengan wastra khas Kutai Timur seperti wakaroros, klubut, dan batik paku. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai budaya.
“Saya berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga mampu mengembankan ide kreatif yang berakal pada budaya lokal, sehingga melahirkan karya kebaya yang inovatif dan berdaya saing,”
Melalui kegiatan ini, pelaku fashion lokal diharapkan semakin berani mengangkat potensi daerah dalam karya mereka, sekaligus memperkuat identitas wastra Kutai Timur di tengah perkembangan tren busana. (Ma/ja)




