El Nino Tingkatkan Risiko Kebakaran di Kutim, Ini Imbauan Bupati dan Kapolres
Bujurnews, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama jajaran kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, seiring meningkatnya suhu udara akibat fenomena El Nino yang tengah terjadi.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menuturkan kondisi cuaca panas saat ini telah memicu munculnya sejumlah titik panas (hotspot) di berbagai wilayah. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi sejumlah kasus kebakaran pemukiman.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, tidak hanya terhadap potensi kebakaran rumah, tetapi juga kebakaran hutan dan lingkungan sekitar.
“Masyarakat harus benar-benar memperhatikan penggunaan listrik di rumah. Gunakan kabel yang standar, jangan terlalu banyak memakai colokan, dan segera ganti kabel yang sudah kusang. Selain itu, hemat energi dan berhati-hati dalam penggunaannya,” ujar Ardiasnyah.
Bupati juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas dengan api, termasuk perokok, untuk memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Untuk yang merokok, pastikan puntung rokok sudah benar-benar mati sebelum dibuang agar tidak memicu kebakaran,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Fauzan Arianto menyampaikan bahwa peningkatan suhu udara dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kutai Timur.
Dia menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.
“Cuaca panas yang terjadi saat ini berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam bentuk apa pun,” tegasnya, Senin (4/5/2026).
Kapolres juga mengimbau warga untuk segera memadamkan api kecil yang berpotensi meluas serta melaporkan kejadian kebakaran melalui layanan darurat 110.
Menurutnya, upaya pencegahan terus digencarkan melalui sosialisasi langsung ke masyarakat, khususnya di daerah rawan kebakaran. Personel kepolisian hingga tingkat Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada warga.
“Pencegahan menjadi prioritas utama kami. Kami ingin masyarakat memahami dampak karhutla, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan,” jelasnya. (ma/rc)




