HeadlinePenajam Paser Utara

Jembatan Sungai Riko Diproyeksikan Telan Rp1,2 Triliun, Jadi Akses Strategis ke IKN

Jalan Tol Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,67 kilometer.(KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER)

Bujurnews, Penajam – Pembangunan Jembatan Sungai Riko yang akan menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi hal penting dan strategis dalam mendukung pengembangan kawasan IKN.

“Kesiapan infrastruktur sangat penting dan strategis mendukung kawasan IKN,” ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, Jembatan Sungai Riko akan menjadi bagian dari akses jalan pendekat menuju Jembatan Pulau Balang yang terhubung langsung ke IKN. Jalur tersebut akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung hingga Kelurahan Penajam.

Selain mempermudah akses menuju IKN, pembangunan jembatan ini juga diyakini membuka konektivitas menuju kawasan industri Buluminung serta Pelabuhan Benuo Taka di Penajam Paser Utara.

Sebagai bentuk komitmen awal, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah menyiapkan dana rintisan. Namun, mengingat keterbatasan anggaran daerah, proyek pembangunan akan melibatkan dukungan dari pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

“Karena keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten, pembangunan jembatan melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk evaluasi dokumen perencanaan teknis atau detail engineering design (DED) serta pra studi kelayakan (feasibility study/FS).

Menurut Mudyat, proses evaluasi DED dan pra FS tersebut kini telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar sembilan bulan atau sebelum akhir tahun 2026.

“Hasil evaluasi itu akan diajukan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan lanjutan, dengan total kebutuhan dana proyek sekitar Rp1,2 triliun,” tambahnya.

Secara teknis, Jembatan Sungai Riko dirancang memiliki bentang utama sepanjang 500 meter, serta jembatan pendekat sepanjang kurang lebih satu kilometer. Pembangunan jembatan pendekat diperlukan karena kondisi geografis kawasan yang didominasi lahan rawa.

Mudyat menilai, kehadiran Jembatan Sungai Riko akan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar akses menuju IKN, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, proyek ini juga diyakini mampu meningkatkan investasi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di wilayah penyangga.

“Ini akan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” tutupnya.(Ja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button