KutimPemkab Kutim

Pemkab Kutim Rotasi Pejabat, DPMPTSP hingga Disnakertrans Berganti Pimpinan

Bujurnews, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat pimpinan tinggi pratama serta pejabat fungsional ahli utama di lingkungan Pemkab Kutim, Senin (18/5/2026), di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sangatta.

Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan pengambilan sumpah pejabat administrator dan pejabat pengawas. Sejumlah OPD strategis mengalami pergantian pimpinan, mulai dari sektor pariwisata, koperasi, pelayanan perizinan hingga tenaga kerja.

Mahriadi yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah kini resmi menjadi Kepala Dinas Pariwisata Kutim.

Sementara itu, Marhadyn yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bappeda Kutim, dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Rotasi jabatan juga dilakukan terhadap Novian Prananta. Sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, kini Novian dipercaya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim.

Selain itu, Sulisman yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi, Komunikasi dan Persandian pada Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kutim, kini dilantik menjadi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutim.

Tak hanya pejabat struktural, pelantikan juga menyentuh jabatan fungsional di lingkungan RSUD Kudungga. dr Oktavianus Paembonan dan dr Richard Molino Siagian resmi dilantik menjadi Dokter Ahli Utama setelah sebelumnya berstatus Dokter Ahli Madya.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting dalam perjalanan birokrasi pemerintahan daerah.

“Jabatan adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Amanah ini bukan hanya kepercayaan dari pemerintah daerah, tetapi juga dari masyarakat Kutai Timur yang menaruh harapan besar kepada kita semua,” ujarnya.

Ia menegaskan pejabat pimpinan tinggi pratama memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan daerah, mengorganisasikan pelaksanaan program serta memastikan visi pembangunan daerah berjalan dengan baik.

Sementara pejabat fungsional ahli utama, kata dia, merupakan jenjang karier tertinggi jabatan fungsional yang menitikberatkan pada kompetensi dan keahlian berbasis pengetahuan.

Bupati Ardiansyah juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas dan loyalitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Jabatan bukan hak istimewa, tetapi kesempatan untuk mengabdi, bukan untuk memperkaya diri,” tegasnya.

Dalam arahannya, Ardiansyah meminta pejabat yang baru dilantik mampu menjadi teladan di lingkungan kerja, mengedepankan prinsip good governance, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong inovasi birokrasi serta menjaga persatuan dan kebersamaan.

Menurutnya, masyarakat Kutim berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan dan berkeadilan.

Ia juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang telah diucapkan bukan hanya disampaikan di hadapan pemerintah daerah, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

“Setiap pejabat wajib menjalankan tugas berdasarkan nilai dasar ASN berakhlak, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif,” pungkasnya. (ma/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button