AdvertorialBalikpapanKota

Puncak Kemarau, Pemkot Balikpapan Ingatkan Warga Hemat Air dan Waspada Karhutla

Bujurnews.com, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau. Selain menjaga ketersediaan air, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Wali Kota Balikpapan, H Bagus Susetyo, mengatakan kondisi kemarau perlu disikapi dengan penggunaan air secara bijak. Masyarakat diminta menyesuaikan pemakaian air dengan kebutuhan dan menghindari pemborosan, terutama untuk kegiatan yang tidak mendesak.

Menurutnya, langkah penghematan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketersediaan cadangan air selama periode kemarau.

“Dalam menghadapi puncak kemarau ini, kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Balikpapan agar menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan. Hindari pemborosan, terutama untuk kebutuhan yang tidak mendesak,” kata Bagus usai menghadiri paripurna di kantor DPRD Balikpapan, Senin (14/9/2026).

Ia menegaskan, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, pelaku usaha, maupun seluruh unsur pemerintahan memiliki peran penting dalam mengantisipasi dampak musim kemarau.

Di sisi lain, Bagus juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi lahan yang lebih kering selama kemarau dapat meningkatkan risiko munculnya titik api apabila aktivitas pembakaran dilakukan secara sembarangan.

Bagus meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Larangan serupa juga berlaku terhadap pembakaran sampah secara sembarangan yang berpotensi menyebabkan api merembet ke lingkungan sekitar.

“Jangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pembakaran sampah secara sembarangan juga harus dihindari karena dapat memicu kebakaran, terlebih dalam kondisi musim kemarau,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain mencegah sumber api, masyarakat dan seluruh unsur terkait diminta menyiapkan sumber air yang dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan sebelum api meluas.

Bagus juga meminta masyarakat tidak mengabaikan kemunculan asap maupun api di sekitar permukiman, lahan kosong, maupun kawasan lainnya.

“Kalau masyarakat melihat ada titik asap atau api, segera laporkan kepada pihak terkait. Jangan menunggu sampai api membesar, karena semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula dilakukan penanganan,” ujarnya.

Ia berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menghadapi puncak kemarau. Penghematan air sekaligus pencegahan karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua harus bersama-sama menjaga ketersediaan air dan mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau,” pungkas Bagus. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button