AdvertorialBalikpapanKota

Pemkot Balikpapan Tingkatkan Kualitas TPS Pasar Sepinggan, 119 Kios Disiapkan

Bujurnews.com, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memutuskan meningkatkan kualitas tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang Pasar Sepinggan yang terdampak kebakaran.

Langkah tersebut diambil karena pembangunan kembali pasar secara permanen belum dapat dilakukan dalam waktu dekat akibat keterbatasan anggaran.

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Balikpapan, Zulkifli, mengatakan Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, pemerintah menilai aktivitas perdagangan di lokasi tersebut perlu segera dipulihkan.

Hal itu disampaikan Zulkifli usai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Balikpapan, Jumat (25/9/2026).

“Pasar ini kan kemarin terbakar, pasar itu zona inti terbakar. Sehingga kita, ini kan kita tidak banyak punya pasar di Balikpapan. Apalagi ini pasar yang keseharian, Pasar Sepinggan ini,” kata Zulkifli.

Menurutnya, pada pembahasan bersama DPRD Balikpapan, pemerintah menyimpulkan pasar tersebut perlu segera dibangun kembali. Namun, kondisi keuangan daerah membuat pembangunan pasar permanen belum memungkinkan untuk dilakukan.

Sebagai solusi, pemerintah menyiapkan TPS bagi pedagang yang terdampak. Awalnya, TPS dapat dibangun dengan konsep sederhana untuk menekan kebutuhan anggaran. Namun, pemerintah mempertimbangkan kemungkinan penggunaan TPS dalam waktu yang lebih lama sebelum pembangunan pasar permanen terealisasi.

“Nah, sehingga kemarin kita ambil kebijakan untuk meningkatkan kualitas TPS ini. Jadi jangan apa adanya, karena bisa berlangsung cukup lama sampai nanti kita punya dana untuk membangun yang permanen,” ujarnya.

Zulkifli menyebut terdapat 119 kios yang disiapkan untuk menampung kembali pedagang. Kios tersebut terdiri atas bangunan baru maupun bagian bangunan lama yang masih memungkinkan untuk direhabilitasi dan digunakan kembali.

Selain kios, pemerintah juga harus memperhatikan sejumlah sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya penyediaan depo air serta pembenahan saluran atau parit di kawasan pasar.

“Di sana kemarin kita bangun komponennya ada tiga atau empat. Satu, membangun kiosnya untuk berdagang. Setelah kita buat itu, ternyata ada beberapa sapras juga yang harus dipenuhi di sana. Salah satunya depo air, kemudian paritnya juga harus dibenahi,” jelasnya.

Penambahan kebutuhan sarana dan prasarana tersebut turut memengaruhi besaran anggaran yang diperlukan. Kondisi ini kemudian menjadi bagian dari pembahasan bersama DPRD, terutama karena kemampuan keuangan daerah masih terbatas.

Zulkifli mengatakan anggaran pembangunan TPS tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Penggunaan anggaran itu menjadi salah satu hal yang dimintakan penjelasan dalam pembahasan di DPRD.

Ia menegaskan, meski pemerintah meningkatkan kualitas TPS, pembangunan tersebut tetap diarahkan sebagai solusi sementara sembari menunggu kemampuan anggaran untuk membangun kembali pasar secara permanen.

Selain itu, pemerintah memastikan pedagang yang menjadi korban kebakaran tidak dibebani biaya untuk menempati kios penampungan tersebut. Kebijakan itu merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada pedagang yang terdampak musibah.

“Enggak mungkinlah orang sudah kena musibah terbakar kita minta bayar lagi. Jadi langsung, langsung, bentuk simpati,” pungkas Zulkifli. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button