DLH Balikpapan Pilih Tabebuya dan Pulai untuk Penghijauan, Sesuaikan dengan Kondisi Jalan
Bujurnews.com, Balikpapan – Penataan ruang hijau di sepanjang jalan Kota Balikpapan tidak dilakukan dengan menanam jenis pohon yang sama di setiap lokasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan terlebih dahulu melihat kondisi median, ketersediaan lahan, saluran drainase hingga ruang tumbuh akar sebelum menentukan tanaman yang akan ditanam.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pemilihan jenis pohon menjadi bagian penting dalam penataan penghijauan kota. Sebab, pohon yang ditanam harus mampu tumbuh dengan baik tanpa mengganggu fasilitas umum di sekitarnya.
“Kalau medianya memungkinkan, pasti kita tanam pohon besar yang sifatnya peneduh atau pelindung. Tetapi kalau medianya tidak besar, kita tanam pohon penghijauan yang berbunga,” kata Dirman karib disapa, Selasa (29/9/2026)
Saat ini, DLH Balikpapan memperbanyak penanaman dua jenis pohon, yakni tabebuya dan pulai. Keduanya memiliki karakter yang dinilai sesuai untuk kebutuhan penghijauan di sejumlah ruas jalan.
Tabebuya dipilih karena selain berfungsi sebagai tanaman penghijauan, bunganya juga memberikan nilai estetika. Jenis ini memiliki beberapa pilihan warna bunga, seperti merah muda, putih dan kuning.
Namun, penanamannya tetap menyesuaikan kondisi lokasi. Pada median yang memiliki ruang terbatas, jenis tabebuya tertentu akan dipilih agar pertumbuhan pohon tidak mengganggu fasilitas jalan.
“Sekarang ada dua jenis yang kita perbanyak tanam di kota, yaitu tabebuya dan pulai. Pulai juga bentuknya artistik. Pohonnya bisa besar, tetapi akarnya tidak merusak trotoar atau median jalan,” ujar Dirman.
Selain penanaman baru, DLH juga melakukan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang telah tumbuh di sejumlah kawasan. Perawatan dilakukan melalui pemangkasan secara berkala, terutama untuk pohon berukuran besar yang berada di dekat jalan dan fasilitas umum.
Pemangkasan diperlukan agar pertumbuhan cabang tetap terkendali dan tidak mengganggu pengguna jalan, jaringan maupun bangunan yang berada di sekitar pohon.
DLH memperkirakan terdapat sekitar 25 ribu hingga 30 ribu pohon besar yang berfungsi sebagai peneduh di median tengah maupun sisi jalan Balikpapan. Jenis pohon tersebut antara lain trembesi dan angsana.
Saat ini, kegiatan pemangkasan dan pemeliharaan juga terus dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Balikpapan Utara serta kawasan timur kota yang mencakup Teritip hingga Manggar.
Dirman menegaskan, program penanaman tabebuya bukan berarti seluruh median jalan di Balikpapan akan menggunakan jenis pohon tersebut. Kondisi masing-masing ruas tetap menjadi dasar dalam menentukan tanaman yang sesuai.
Ia mencontohkan kawasan Jalan MT Haryono yang memiliki keterbatasan ruang karena terdapat saluran drainase di bawah median jalan.
“Seperti di Jalan MT Haryono, tidak memungkinkan ditanami karena di bawahnya ada drainase. Tetapi ketika masih ada lokasi atau ruangnya, kita akan tanam,” katanya.
Menurut Dirman, penataan penghijauan harus tetap memperhatikan fungsi utama jalan dan fasilitas pendukungnya. Dengan pemilihan tanaman yang sesuai, keberadaan pohon di ruang jalan diharapkan tetap memberikan manfaat sebagai peneduh sekaligus mendukung penataan lingkungan perkotaan.
“Jadi tidak semua lokasi bisa diperlakukan sama. Kita lihat dulu kondisi dan ruang yang tersedia, kemudian jenis pohonnya kita sesuaikan,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




