Efisiensi Anggaran Tak Hentikan Program RTLH Balikpapan, 100 Rumah Diperbaiki
Bujurnews.com, Balikpapan – Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Balikpapan tetap berjalan meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran. Tahun ini, sebanyak 100 unit rumah masuk dalam program peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan, Rafiuddin, mengatakan pelaksanaan program RTLH saat ini sudah memasuki tahap pengerjaan. Material bangunan juga telah disalurkan kepada para calon penerima bantuan.
Menurutnya, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tidak menghentikan program tersebut. Bantuan untuk perbaikan rumah tetap dialokasikan sesuai program yang telah ditetapkan.
“Perbaikan rumah tidak layak huni sudah berjalan. Yang mana tahun ini ada 100 unit. Dan saat ini material sudah dibagikan kepada calon penerima bantuan,” kata Rafiuddin saat diwawancarai, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, setelah material diterima, sejumlah rumah telah mulai dikerjakan dan progres perbaikannya terus dipantau. Disperkim menargetkan seluruh rumah yang masuk dalam program tersebut dapat diselesaikan hingga akhir 2026.
Rafiuddin berharap pengerjaan di lapangan dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat penerima bantuan bisa segera menempati rumah dengan kondisi yang lebih layak.
“Dan sudah berprogres, tinggal menunggu penyelesaian. Harapan kita mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah tuntas semua,” ujarnya.
Program RTLH menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan kawasan permukiman sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Selain perbaikan rumah, Disperkim juga memiliki tugas dalam penanganan kawasan kumuh di Balikpapan.
Di tengah kebijakan efisiensi, keberlanjutan program tersebut menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Perbaikan rumah tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga menyangkut kelayakan tempat tinggal bagi keluarga penerima bantuan.
Rafiuddin menegaskan, pelaksanaan program akan tetap diarahkan agar berjalan sesuai ketentuan. Material yang telah disalurkan menjadi bagian dari tahapan pekerjaan yang kini berlangsung di masing-masing lokasi penerima bantuan.
“Jadi di kegiatan kami terkait selain menangani rumah, kami juga terkait dengan kawasan kumuh dan perbaikan rumah tidak layak huni,” jelasnya.
Dengan 100 unit rumah yang menjadi sasaran pada 2026, Disperkim Balikpapan berharap seluruh proses perbaikan dapat rampung sebelum pergantian tahun. Pemerintah juga akan terus memantau progres pekerjaan agar bantuan yang diberikan benar-benar menghasilkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
“Harapan kita mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah tuntas semua,” pungkas Rafiuddin. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




