Tenaga Honorer Bakal Dihapus, Sikap Sekda Kutim Ini Bijak
TK2D Harus Tetap Disiplin Bekerja, Pemkab Kutim Akan Perjuangkan karena Kebutuhan

Bujurnews – Menjelang tenaga honorer dihapus per November 2023, Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melakukan pendataan pegawai honorer atau yang biasa disebut Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D).
Rencana penghapusan pegawai honorer itu diatur dalam surat edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Cahyo Kumolo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Rizali Hadi mengatakan sebenarnya pemerintah daerah masih sangat membutuhkan tenaga honorer atau TK2D ini. Instansi yang kekurangan tenaga ASN, selama ini sangat terbantu dengan tenaga honorer.
“Dibutuhkan, sesuai dengan analisis beban kerja,” kata Rizali saat ditemui Kamis (23/6/2022).
Pemerintah Kutim akan melakukan rekap jumlah TK2D, hingga latar belakang pendidikannya.
“Kami juga akan melakukan analisis beban kerja di setiap OPD,” ujarnya.
Rizali menyebutkan soal tenaga honorer ini sangat krusial dan jika kita melepas semuanya tentunya akan sangat berpengaruh dengan pelayanan kepada masyarakat.
Itu sebabnya sebut dia, untuk tenaga honorer di Kutim tidak semuanya dilakukan pemutusan kontrak, tetapi ada sebagian terutama yang sudah dilakukan penilaian baik dalam seleksi dan berkompeten sehingga dipertahankan.
“Jika semuanya kita berhentikan, lalu siapa yang akan melayani masyarakat, terutama mereka yang memang selama ini dinilai baik dalam memberikan pelayanan kepada warga,” ujarnya.
Untuk mempertahankan agar pelayanan kepada publik tersebut masih berjalan dengan baik dan tidak terganggu, kemudian dilakukan seleksi terhadap tenaga honorer tersebut.
“Ini terutama tenaga honor yang bertugas di bidang kesehatan dan pendidikan, karena mereka masih dibutuhkan untuk melayani warga terutama yang ada di pedalaman,” ujarnya.
Untuk itu, Rizali mengingatkan kepada TK2D agar tetap bekerja seperti biasa. Melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
“Tetap disiplin dalam bekerja, apa yang dilakukan bakal diperjuangkan karena daerah memang masih membutuhkan TK2D,” pungkas Rizali. (BJN-01)
Editor: Raymond