KotaKutim

Pasca Kejadian Anak Hilang di Sungai Sangatta, LKK Kutim Bentuk Tim Reaksi Cepat Mengatasi Bahaya Buaya

Bujurnews – Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kutai Timur (Kutim) yang ikut terlibat aktif saat peristiwa hilangnya dua anak-anak di Sungai Sangatta daerah Masabang, mengambil pelajaran berharga. Tak ingin diam saja dengan fenomena tersebut, LKK Kutim membentuk tim reaksi cepat untuk menanggulangi bahaya hewan buas buaya yang berkeliaran di Sungai Sangatta.

Hal ini diungkapkan Ketua LKK Kutim, Rony Effendy kepada awak media, Minggu (27/10/2024). Bahwa, dia telah mendapat saran dan sekaligus perintah dari Pembina LKK Kutim, Kasmidi Bulang, untuk menyikapi peristiwa yang akhirnya menewaskan anak-anak di Sungai Sangatta tersebut.

Diketahui, sebelumnya pada Sabtu (19/10/2024), telah dilaporkan adanya peristiwa nahas yang menimpa tiga orang anak di RT 05 Desa Sangatta Utara, Kutim. Ketiga anak tersebut hilang tenggelam, namun satu selamat dan dua lainnya tidak ditemukan. Setelah pencarian Tim SAR dan relawan, akhirnya ditemukan diduga potongan tubuh anak pada Senin (21/10/2024).

“Kami diminta Pak Pembina kami (Kasmidi Bulang) untuk kemudian menyikapi ini dengan membentuk tim reaksi cepat, yang harapannya bisa melakukan antisipasi-antisipasi terhadap buaya yang berkeliaran di Sungai Sangatta dan sekitarnya. Mengingat LKK Kutim selama ini memang eksis melakukan kegiatan sosial, termasuk yang bersifat pencegahan terhadap bahaya hewan reptil buaya itu,” papar lelaki yang juga karib disapa Fendi tersebut.

Dia menerangkan, nantinya tim reaksi cepat LKK Kutim akan melakukan tindakan dini pencegahan manakala menemukan bahaya buaya. Lalu melaporkannya kepada Damkar setempat, untuk kemudian dilanjutkan ke BKSDA Kalimantan Timur.

Diharap, melalui pembentukan tim reaksi cepat LKK Kutim tersebut, Rony Effendy dan kawan-kawan akan berkontribusi lebih banyak terhadap kewaspadaan bahaya hewan buas di Kutim, khususnya Sangatta dan sekitarnya.

“Memang kami sadari, Sungai Sangatta ini termasuk salah satu habitat buaya. Maka dari itu penting bagi kami sebagai organisasi kesukuan lokal untuk bisa terlibat aktif dalam kegiatan sosial, termasuk menyikapi bahaya hewan buas terhadap masyarakat,” harap Fendy. (rc/ja/ape)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button