
Bujurnews, Samarinda – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda terus menggencarkan kampanye pencegahan stunting, menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan remaja.
Pada Sabtu pagi (3/5/2025), DPPKB bersama Forum GenRe Indonesia Kota Samarinda mengadakan kegiatan edukatif di SMP Negeri 35 Samarinda, Jalan Pirus, Samarinda Kota. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana Kota Samarinda Tahun 2025.
“Ini adalah proyek sosial yang bertujuan menyebarluaskan program Generasi Berencana, membangun karakter, serta merancang masa depan remaja secara matang,” ujar Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Samarinda, Wa Ode Rosliani, seusai kegiatan.
Wa Ode menjelaskan, kegiatan serupa masih akan berlangsung hingga puncaknya pada 10 Mei 2025. Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak positif khususnya bagi siswa SMPN 35 sebagai peserta utama.
“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pencegahan stunting. Sebab, remaja putri yang mengalami anemia berisiko tinggi melahirkan bayi yang rentan terkena stunting,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda, pada tahun 2024 terdapat 4.177 anak yang mengalami stunting di Kota Tepian. Sementara itu, data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Samarinda mencapai 24,4 persen pada tahun 2023, mengalami sedikit penurunan dari 25 persen pada tahun sebelumnya.
Pemerintah Kota Samarinda menargetkan penurunan angka stunting menjadi 16 persen pada tahun 2025, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda. Upaya ini sejalan dengan target nasional yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021, yaitu menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kota Samarinda terus melakukan berbagai intervensi, termasuk edukasi kepada remaja, peningkatan layanan kesehatan, dan perbaikan sanitasi. Kegiatan edukatif di SMPN 35 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. (ape/ja)




