KaltimKotaKutimPolri

Satresnarkoba Kutim Bongkar Cara Pelaku Edarkan Narkoba Tanpa Kontak Langsung

Bujurnews, Kutim – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutai Timur (Kutim) terus mengintensifkan pengawasan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Berbagai modus digunakan para pelaku, salah satunya dengan cara meletakkan barang di lokasi tertentu untuk menghindari kontak langsung dengan pembeli.

Kasat Resnarkoba Polres Kutim, IPTU Erwin Susanto, mengungkapkan bahwa para pelaku kerap beraksi pada malam hari.

“Biasanya mereka mondar-mandir menggunakan sepeda motor. Barang tidak langsung diserahkan, tapi ditaruh di lokasi yang sepi. Setelah itu, pembeli diberi tahu titik barang tersebut,” jelasnya, Senin (8/9/2025).

Menurutnya, proses penangkapan dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pemantauan langsung hingga penyamaran sebagai pembeli.

“Kalau ada informasi, kita bisa lakukan undercover buy. Artinya kita berpura-pura sebagai pembeli, setelah pelaku menaruh barang kita langsung lakukan penangkapan. Tapi, sebelumnya kami sudah lebih dulu menunggu dilokasi,” ujarnya.

Namun, upaya tersebut tidak selalu berjalan cepat. Iptu Erwin menyebut terkadang penangkapan bisa dilakukan dalam hitungan jam, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu berhari-hari. Hal itu karena pelaku kerap ragu melayani pembeli yang tidak dikenal.

“Ternyata setelah kita tangkap, kita lakukan interogasi itu sebenarnya bukan barang enggak ready, tapi dia masih ragu. Tapi setelah dibujuk dia yakin akhirnya mau kirim barang,” pungkasnya.

Menariknya, dalam beberapa kasus terakhir masyarakat juga berperan aktif.

“Di bulan agustus justru masyarakat yang tangkap karena dicurigai mengambil barang di lokasi. Setelah dicek, benar pembeli sekaligus pemakai. Untuk kategori itu kita arahkan ke rehabilitasi,” tambah IPTU Erwin.

Meski begitu, upaya pengungkapan jaringan besar masih menemui kendala. Para pelaku sudah semakin lihai memutus jejak komunikasi dengan penjual maupun bandar.

“Walaupun dilacak nomor teleponnya, sering kali buntu. Mereka sudah lebih pintar mengelabui,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan sarana di tingkat Polres membuat upaya pengungkapan jaringan besar sulit dilakukan.

“Kalau di BNN atau Polda ada patroli siber yang bisa melacak lebih jauh. Kalau kita cara kerjanya mulai dari bawah. Syukur-syukur kalau yang kita beli ini ternyata punya gudang tersendiri, bisa dapat barang buktinya banyak,” tutupnya. (Ma)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button