
Bujurnews.com – Isu mengenai kualitas Pertalite kembali memanas setelah sejumlah pengguna sepeda motor di Jawa Timur mengeluhkan kendala pada kendaraan usai mengisi BBM jenis tersebut. Keluhan mulai dari mesin brebet hingga mogok memicu berbagai dugaan, termasuk adanya campuran etanol atau air dalam Pertalite.
Pertamina segera merespons kekhawatiran masyarakat tersebut. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa Pertalite yang beredar saat ini tidak dicampur etanol maupun air.
“Pertalite tidak mengandung etanol. Tidak ada campuran etanol pada produk ini,” kata Ega, Jumat (7/11), dikutip dari Detik.
Untuk memastikan kualitas produk, Pertamina telah melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk uji visual clarity guna mendeteksi adanya kemungkinan kontaminan seperti air. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kontaminasi dalam sampel BBM yang diuji.
“Kami sudah melakukan pengecekan kejernihan warna dan visual untuk memastikan tidak ada zat asing. Sejauh ini tidak ditemukan indikasi tersebut,” ujarnya.
Di tengah perdebatan mengenai etanol, Pertamina mengingatkan bahwa penggunaan campuran etanol bukan hal baru dalam portofolio produknya. Sejak 2023, perusahaan telah merilis Pertamax Green—BBM hasil kombinasi Pertamax dengan 5 persen etanol berbasis molase tebu. Produk ini memiliki RON 95 dan kadar sulfur maksimal 50 ppm, sehingga cocok untuk kendaraan berstandar Euro 4. Harga Pertamax Green saat ini dipatok Rp13.500 per liter.
Pertamina memastikan terus memantau kualitas BBM di seluruh titik distribusi, terutama di wilayah-wilayah yang muncul keluhan. Masyarakat diimbau tidak terpengaruh isu yang belum terbukti dan tetap melaporkan temuan yang mencurigakan kepada pihak SPBU atau layanan resmi Pertamina.




