
Bujurnews, Kutim – Kasus penemuan jasad bayi di Kanal 2, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) hingga kini belum menemui kejelasan. Meski hampir satu tahun berlalu sejak peristiwa tersebut terjadi, aparat kepolisian belum menetapkan satu pun tersangka terkait dugaan pembuangan bayi itu.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Selasa, 27 Mei 2025, di kawasan Jalan H. Nanang Kasim 1, RT 46, Kanal Dua. Warga setempat dibuat geger setelah sesosok jasad bayi ditemukan mengapung di aliran kanal.
Penemuan itu bermula ketika seorang anak berusia 13 tahun tengah memancing dan mencari kepiting bersama teman-temannya. Ia melihat sebuah tas belanja berwarna biru yang tampak mencurigakan di permukaan air.
Saat didekati, tas tersebut ternyata berisi jasad bayi yang dibungkus rapi dan diberi pemberat batu bata, diduga agar tenggelam.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar, yang kemudian meneruskan informasi itu ke pihak kepolisian. Aparat pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jasad bayi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Namun, hingga akhir 2025, proses penyidikan belum membuahkan hasil signifikan. Dalam perjalanannya, penanganan perkara ini juga mengalami pergantian penyidik. Awalnya kasus ditangani oleh AKP Ardian Rahayu Priatna, lalu dilanjutkan oleh Kasat Reskrim Polres Kutai Timur yang baru.
Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Rangga Asprilla Fauza, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen mengusut kasus tersebut secara menyeluruh.
“Upaya penyelidikan terus kami lakukan secara mendalam. Semua bukti yang telah dikumpulkan akan terus kami dalami untuk mengungkap secara jelas bagaimana peristiwa ini terjadi dan siapa pelakunya. Kami akan memaksimalkan upaya penegakan hukum demi keadilan bagi masyarakat Kutai Timur,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Meski komitmen telah disampaikan, kasus pembuangan bayi di Kanal 2 Sangatta masih menjadi tanda tanya besar. Penegakan hukum pun diuji untuk mampu mengungkap pelaku di balik peristiwa tragis yang menyisakan duka dan keprihatinan masyarakat Kutai Timur. (Ma/ja)




