
Bujurnews, Internasional – Ribuan pendukung pemerintah Venezuela menggelar aksi unjuk rasa di pusat kota Caracas. Massa menuntut Amerika Serikat (AS) segera membebaskan dan mengembalikan Presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores.
Aksi demonstrasi tersebut diwarnai orasi keras dari sejumlah pejabat pemerintah Venezuela. Para demonstran membawa spanduk dan bendera bergambar Maduro dan Flores, sambil menyerukan penolakan terhadap campur tangan Amerika Serikat dalam urusan dalam negeri Venezuela.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, hadir langsung dalam aksi tersebut dan menyampaikan pidato di hadapan ribuan massa. Cabello menuding penahanan Maduro sebagai tindakan penculikan terhadap presiden konstitusional yang dipilih oleh mayoritas rakyat Venezuela.
Menurut Cabello, langkah Amerika Serikat tersebut tidak hanya melanggar kedaulatan negara, tetapi juga bertentangan dengan prinsip hukum internasional. Ia menyebut peristiwa itu telah memicu gelombang sentimen anti-Amerika yang semakin menguat di kalangan masyarakat Venezuela.
“Ini adalah agresi terhadap kehendak rakyat dan pelanggaran hukum internasional,” ujar Cabello dalam orasinya.
Meski tekanan publik terus meningkat, hingga kini belum ada kejelasan mengenai langkah konkret terkait masa depan pemerintahan Venezuela. Ketegangan antara Caracas dan Washington juga masih berlangsung, ditandai dengan pernyataan-pernyataan saling berlawanan dari kedua pihak.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Amerika Latin, di tengah belum adanya solusi diplomatik yang jelas atas krisis yang tengah berlangsung.




