Bujurnews, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap menyambut kedatangan Menteri Sosial yang dijadwalkan melakukan survei lokasi pembangunan sekolah rakyat di Sangatta dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penetapan program pendidikan terpadu itu di wilayah Kutim.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan, menteri sosial telah menyatakan komitmennya untuk segera turun langsung meninjau lahan yang disiapkan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, menteri sosial menyatakan secepat mungkin akan survei ke Sangatta untuk penetapan sekolah rakyat di Kutim,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, keberadaan sekolah rakyat sangat mendesak mengingat luas wilayah Kutim mencapai sekitar 35.747,50 kilometer persegi. Masih banyak desa yang belum memiliki sekolah lanjutan tingkat SMA.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan sebagian anak hanya mampu mengenyam pendidikan hingga tingkat SD atau SMP. Untuk melanjutkan ke SMA, mereka harus merantau ke ibu kota kabupaten dengan biaya tambahan dan kebutuhan tempat tinggal yang tidak sedikit.
“Karena tidak ada SMA di desanya, harus merantau ke ibu kota. Tidak semua memiliki biaya dan keluarga di sini, akhirnya tidak melanjutkan sekolah. Ini yang ingin kita atasi,” jelasnya.
Sekolah rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA, lengkap dengan fasilitas asrama. Dengan konsep tersebut, siswa dari berbagai kecamatan dapat tinggal dan belajar di satu lokasi.
“Sekolah ini berorientasi pada pendidikan menetap, ada asrama dan jenjangnya dari SD sampai SMA. Harapannya, angka putus sekolah di Kutim bisa ditekan sekecil mungkin,” ucapnya.
Pemkab Kutim telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare untuk pembangunan sekolah tersebut. Jika mendapat persetujuan pemerintah pusat, anggaran yang dikucurkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Sembari menunggu realisasi pembangunan dari pemerintah pusat, Pemkab Kutim berencana memulai sekolah rakyat rintisan dengan memanfaatkan gedung-gedung yang saat ini tidak terpakai.
“Kita siapkan gedung yang ada di sini, sambil menunggu pemerintah pusat membiayai sekolah rakyat itu. Mohon doa kepada masyarakat,” pungkasnya. (ma/rc)




