DPRD KutimKotaKutim

Kapasitas 300 Jamaah, Jimmy Harap Masjid Baru di Pelabuhan Kenyamukan Bisa Bermanfaat untuk Masyarakat

Bujurnews, Sangatta – Pembangunan rumah ibadah baru mulai menggeliat di kawasan pesisir Pelabuhan Kutai Timur (Kutim). Di tengah aktivitas bongkar muat dan lalu lalang warga, sebuah masjid tengah berdiri perlahan, diproyeksikan menjadi titik singgah spiritual bagi masyarakat sekitar maupun para pelintas.

Ketua DPRD Kutim, Jimmy mengungkap, masjid tersebut merupakan inisiatif keluarga yang ingin menyediakan fasilitas ibadah di kawasan strategis, meski lokasinya tidak berada di tengah permukiman padat.

“Masjid ini memang dibangun oleh keluarga, tetapi terbuka untuk umum. Siapa saja bisa datang dan melaksanakan ibadah di sini,” ujarnya saat dijumpai Bujurnews dan sejumlah awak media saat moment berbuka puasa di masjid tersebut, Sabtu (21/2/2026).

Saat ini, lanjutnya, pembangunan masih dalam tahap penyelesaian sejumlah fasilitas utama. Lantai masjid akan segera dicor, sementara area tempat wudu, toilet, serta rumah imam masih dalam proses pengerjaan. Karena itu, pelaksanaan salat lima waktu belum berjalan rutin.

Menurut Jimmy, pihak keluarga tidak ingin tergesa-gesa mengoperasikan masjid sebelum seluruh sarana pendukung benar-benar siap dan representatif. Ia menegaskan, kelengkapan fasilitas menjadi prioritas agar jamaah dapat beribadah dengan nyaman. Masjid tersebut dirancang mampu menampung sekitar 300 jamaah. Meski berdiri di tepi pelabuhan dan relatif jauh dari permukiman, lokasi ini dipilih dengan pertimbangan perkembangan kawasan ke depan.

Masjid baru di kawasan Pelabuhan Kenyamukan yang digagas Jimmy dan keluarga.

Kawasan pelabuhan diproyeksikan semakin ramai aktivitas. Kehadiran masjid diharapkan dapat menjadi tempat singgah bagi warga yang hendak bepergian, para pemancing, hingga anak muda yang kerap berkumpul di sekitar area tersebut.

“Setidaknya ada tempat untuk salat magrib atau isya sebelum berangkat. Jangan sampai orang kesulitan mencari tempat ibadah,” katanya.

Di sekitar lokasi tercatat sekitar 60 kepala keluarga. Namun, akses jalan menuju masjid masih perlu pembenahan, terutama saat hujan karena kondisi tanah yang becek menyulitkan warga.

Hingga kini, nama masjid masih dalam pembahasan internal keluarga. Jika seluruh pembangunan rampung, masjid tersebut ditargetkan dapat difungsikan secara penuh untuk salat berjemaah rutin, bahkan pelaksanaan salat ied.

“Kami ingin masjid ini benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (ma/rc)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button