KPC Gelar Uji Kompetensi Keahlian di Tiga SMK Kutai Timur
Bujurnews, Sangatta – PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Community Empowerment (CE) khususnya Community Health & Education (CHE) menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di tiga sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kutai Timur. Kegiatan ini melibatkan tim penguji dari sejumlah departemen internal KPC, yakni Geologi Departemen-MDD, IT Departemen-IT Division, serta Coal Handling & Terminal Maintenance and Infrastructure Support Project (CHTM) Departemen-CPHD.
Pelaksanaan UKK berlangsung di tiga sekolah, yakni SMKN 2 Sangatta Utara pada 9-10 Februari, SMKN 1 Rantau Pulung pada 10 dan 13 Februari, serta SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara pada 6-9 April 2026.
Kegiatan pertama dilaksanakan di SMKN 2 Sangatta Utara untuk siswa kelas XII jurusan Geologi Pertambangan. Ujian berlangsung pada 9-10 Februari dengan penguji dari Geologi Departemen KPC, yakni Kika Anindtya selaku Senior Geologist dan Andy Pratama sebagai Mine Geologist.
Selanjutnya, UKK digelar di SMKN 1 Rantau Pulung pada 10 dan 13 Februari bagi siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Tim penguji berasal dari IT Departemen KPC, yaitu Bryan Sutisna (Telecommunication), Rahmat Safi’i (MKN-IT), dan Koko Yauardi (DSO-IT).
Kegiatan ketiga berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara untuk dua jurusan. Pada 6-7 April, UKK diikuti 34 siswa jurusan TKJ dengan penguji dari IT Departemen KPC, yakni Bryan Sutisna, Koko Yauardi, dan Ghali Pratama (Finger Print Engineer). Sementara itu, pada 6 dan 9 April, UKK juga dilaksanakan untuk 28 siswa jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dengan penguji dari CHTM Electrical KPC, yaitu Jhemy Sampe (Supervisor CHTM Electrical) dan Muhammad Idris (Coordinator Electrical).
Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara Bidang Hubungan Industri dan Kemasyarakatan, Ahmad Natsir, dalam sambutannya pada penutupan kegiatan UKK, Kamis (9/4/2026), menyampaikan apresiasi kepada KPC atas dukungan yang terus diberikan kepada sekolah.
Menurutnya, KPC telah lama menjadi mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, mulai dari bantuan infrastruktur, peningkatan kualitas guru dan siswa, hingga dukungan terhadap kurikulum berbasis industri.
Ia menambahkan, revolusi industri 4.0 memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, terutama dalam mendorong digitalisasi di berbagai sektor. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri.
“Terima kasih kepada KPC atas respon cepatnya sehingga kegiatan UKK tahun ini dapat berjalan dengan sukses. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa sebagai bekal memasuki dunia kerja, serta mampu menciptakan generasi yang unggul dan terampil untuk kemajuan Kutai Timur dan Indonesia,” ujarnya.

Salah satu peserta UKK, Nur Asila (18), siswi kelas XII jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia merupakan satu-satunya perempuan di antara 27 siswa laki-laki di jurusannya.
Warga Kecamatan Bengalon itu berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar adik kelasnya juga memperoleh kesempatan yang sama. Ia juga menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan dengan tinggal jauh dari orang tua di kawasan Gang Kauman, Sangatta.
“Semoga ini menjadi langkah awal yang baik bagi masa depan saya. Saya ingin segera bekerja setelah lulus, membanggakan orang tua, dan membantu biaya sekolah adik-adik. Terima kasih KPC,” ungkapnya.
Sementara itu, Act Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf melalui Superintendent CHE KPC Febriana Kurniasari menyampaikan bahwa tantangan dan kebutuhan tenaga kerja saat ini semakin kompleks.
Menurutnya, pelaksanaan UKK ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, khususnya di Kutai Timur. Hal ini dilakukan melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertambangan, kelistrikan, dan teknologi jaringan sejak di bangku sekolah.
“Keberhasilan operasional KPC tidak terlepas dari kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat. Kami berupaya mendukung pemerintah dalam menyiapkan generasi muda Kutai Timur menjadi tenaga kerja yang terampil, tangguh, serta memiliki kesadaran terhadap budaya kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3LH),” pungkasnya. (rc)




